Berita Banda Aceh

BBPOM Kembali Sita Kosmetik Ilegal, Masyarakat Diimbau Cerdas Memilih Produk

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh kembali menyita kosmetik ilegal atau tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya.

BBPOM Kembali Sita Kosmetik Ilegal, Masyarakat Diimbau Cerdas Memilih Produk
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Kepala BBPOM Banda Aceh, Zulkifli dan dari lintas sektor terkait memperlihatkan barang kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya yang disita dari enam kabupaten/kota, di Aula BBPOM setempat, Senin (2/9/2019). 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh kembali menyita kosmetik ilegal atau tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya.

Dalam aksi penertiban pasar yang dilakukan pada minggu keempat dan kelima Agustus 2019, pihak BBPOM menyita sebanyak 294 merk terdiri atas 2.542 pcs kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya.

Aksi itu dilakukan di enam kabupaten/kota yaitu Banda Aceh, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Besar.

Kepala BBPOM Banda Aceh, Zulkifli dalam konferensi pers, di Aula BBPOM setempat, Senin (2/9/2019) menyampaikan aksi penertiban tersebut dilakukan dalam rangka mengintensifikasikan pengawasan terhadap peredaran kosmetik, terutama pada sarana distribusi yang berpotensi mengedarkan kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya.

"Kegiatan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari resiko kesehatan, BBPOM Banda Aceh telah melakukan pengawasan baik secara rutin maupun serentak dengan BBPOM seluruh Indonesia," ujarnya.

Dalam aksi yang melibatkan lintas sektor dari Polda Aceh, Satpol PP Aceh dan kabupaten/kota, serta Polres setempat ditemukan dari 56 sarana yang diperiksa, maka 33 sarana tidak memenuhi ketentuan karena masih adanya kosmetik ilegal atau tanpa izin edar yang dijual.

Ia menambahkan dari sejumlah barang yang disita itu juga termasuk kosmetik yang dijual secara online.

"Dalam aksi penertiban pasar itu ditemukan barang kosmetik ilegal sebanyak 294 merk atau item dengan nilai ekonomi Rp 68.170.000," sebutnya.

Baca: Diduga Jual Kosmetik Ilegal, Polresta Banda Aceh Amankan Seorang Perempuan

Baca: Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM Tarik Sejumlah Obat Herbal dan Kosmetik Ilegal, Berikut Daftarnya!

Baca: BPOM Kembali Temukan Kosmetik Ilegal dengan Kandungan Berbahaya, Ini Daftarnya!

Disamping itu, kata Zulkifli, pihaknya juga melakukan pengawasan rutin pada sarana distribusi kosmetik di seluruh kabupaten/kota di Aceh mulai Januari hingga Agustus 2019. Ada 113 sarana yang diperiksa dan ditemukan 64 sarana tidak memenuhi ketentuan.

"Barang yang ditemukan dalam pengawasan rutin tersebut sebanyak 632 merk kosmetik ilegal dengan jumlah 8.044 pcs dan nilai ekonomi Rp 258.630.000," sebut Zulkifli.

Ia mengimbau kepada konsumen untuk cerdas memilih produk yang akan digunakan.

Apabila masyarakat memerlukan informasi tentang produk obat dan makanan, maka dapat menghubungi atau mendatangi kantor BBPOM di Banda Aceh.

"Sebelum membeli produk konsumen harus cek kemasan, label, izin edar berupa notifikasi, dan tanggal kedaluwarsanya," imbuh Zulkifli.

Sementara kepada pelaku usaha juga diimbau untuk tidak menjual kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya, serta terus mentaati peraturan yang berlaku. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved