Berita Bireuen

Ganti Rugi Lahan Proyek Irigasi Seuke Pulot belum Jelas, Ini yang Akan Diusahakan Pemkab Bireuen

Warga mempertanyakan kapan pembayaran dan pembangunan salah jaringan irigasi besar di Bireuen itu dilanjutkan, setelah dimulai pembangunan pada 2019

Ganti Rugi Lahan Proyek Irigasi Seuke Pulot belum Jelas, Ini yang Akan Diusahakan Pemkab Bireuen
For serambinews.com
Irigasi Mon Seuke Pulot di Pante Karya, Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Aceh 

Ganti Rugi Lahan Proyek Irigasi Seuke Pulot belum Jelas, Ini yang Akan Diusahakan Pemkab Bireuen 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek jaringan irigasi Seuke Pulot, Pante Karya Peusangan Siblah Krueng Bireuen, belum jelas hingga Kamis (5/9/2019). 

Warga mempertanyakan kapan pembayaran dan pembangunan salah jaringan irigasi besar di Bireuen itu dilanjutkan, setelah dimulai pembangunan pada 2009. 

Amatan Serambinews.com, bendungan itu besar sudah selesai dilakukan, namun sudah ditumbuhi semak belukar.

Sedangkan untuk saluran jaringan irigasi belum terlihat adanya aktivitas pembangunan.

Muslim dan sejumlah warga setempat kepada Serambinews.com mengatakan pada 2018, tim sudah datang ke lapangan untuk mengukur lahan untuk proyek tersebut. 

Sedangkan janjinya pembayaran ganti rugi lahan pertengahan 2019, namun hingga kini belum ada. 

Baca: Besok Dini Hari Jamaah Kloter 3 Tiba, 2 Orang Butuh Penanganan Khusus

Baca: Dari Tiga Nama yang Diusulkan, DPP Demokrat belum Putuskan Sosok Pimpinan DPRK Lhokseumawe

Baca: Tokoh Agama Papua: Penyelesaian Konflik di Papua Tak Bisa Disamakan dengan Aceh

Adapun kawasan terkena pembangunan saluran irigasi besar tersebut mulai dari Gampong Pante Karya, Alue Gelumpang, dan Alue Iet.

Kemudian Buket Sudan, Awe Geutah, Cot Saleut, Alue Kupula. Selanjutnya ke Gampong Dayah Baro dan Lhueng Daneun. Panjang proyek ini sekitar 15 kilometer. 

Masyarakat mengkhawatirkan anggaran untuk kelanjutan pembangunan irigasi serta biaya ganti rugi bisa mati tahun ini karena belum direalisasikan.

Dikonfirmasi terpisah, Asisten Pemerintahan Sekdakab Bireuen, Mursyid SP kepada Serambinews.com mengatakan, beberapa waktu lalu tim dari Banda Aceh bersama Pemkab Bireuen sudah turun lagi ke kawasan itu.

Tujuannya untuk melihat langsung rencana pembangunan saluran. Selain itu, juga untuk membahas proses pembayaran ganti rugi, namun sampai sekarang belum ada kabar lanjutan.

Mursyid belum mengetahui pasti kapan rencana pembayaran ganti rugi dilakukan. Namun, ia berjanji akan
mencari informasi ke Dinas Pengairan Provinsi Aceh.

“Saya akan komunikasi lagi dengan dinas terkait di provinsi kapan pembayaran dilakukan dan kapan pembangunan saluran dimulai," janjinya. (*)

Berita selengkapnya baca Harian Serambi Indonesia edisi besok, Jumat, 6 September 2019

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved