Selasa, 12 Mei 2026

Nurhayati Teteskan Air Mata, Saat Demo Kasus Suntik Bersama Mahasiswa

Aksi demo mahasiswa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat, Kamis (5/9), ikut diramaikan Nurhayati (44) dan Hasan Basri (55)

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Ayah dan ibu, almarhum Ajrul Amilin ketika ikut berdemo dengan mahasiswa di Kejari Aceh Barat, Kamis (5/9/2019). 

MEULABOH - Aksi demo mahasiswa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat, Kamis (5/9), ikut diramaikan Nurhayati (44) dan Hasan Basri (55), orangtua dari almarhum Ajrul Amilin yang meninggal dunia usai disuntik tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien. Dalam aksi itu, Nurhayati sempat meneteskan air mata karena teringat anak pertamanya tersebut yang tutup usia pada akhir tahun 2018 lalu.

Nurhayati dan Hasan Basri merupakan petani asal Desa Pasi Teube, Kecamatan Pasi Raya, Aceh Jaya. Mereka bergabung bersama mahasiswa untuk menyuarakan keadilan terhadap apa yang menimpa anak pertamanya, Ajrul Amilin. Wanita tiga anak itu berharap kematian anaknya yang tercatat sebagai pelajar SMP di Teunom, Aceh Jaya tersebut bisa diusut oleh pihak penegak hukum, baik Polres maupun Kejari Aceh Barat.. "Kami berharap keadilan," ujar Nurhayati dengan muka memerah dan bulir air mata bergulir di wajahnya.

Ia mengaku, beberapa waktu lalu, pernah diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik Polres Aceh Barat terkait kematian anaknya setelah disuntik ketika dalam perawatan medis di RSUD Cut Nyak Dhien. "Apa yang kami alami di mana anak saya meninggal, juga harus diusut seperti pengusutan kasus meninggalnya Alfa Reza (warga Aceh Barat) yang satu ruangan dengan anak saya waktu itu. Hanya selang sekitar 1 jam (keduanya meninggal)," ucapnya lirih.

Ayah almarhum Ajrul Amilin, Hasan Basri menambahkan, pasca hebohnya kasus suntik yang berujung kematian pasien waktu itu, pihak rumah sakit pernah mendatangi rumah mereka di Teunom. Selain untuk menjenguk, pihak rumah sakit juga pernah membawa beras dan memberikan uang duka sebesar Rp 3 juta, sedangkan bantuan yang lain tidak ada.

Waktu itu, Hasan mengaku, polisi memang pernah meminta otopsi jenazah Ajrul, namun keluarga keberatan. "Tapi kini kami siap berikan keterangan lagi ke pihak terkait. Kami meminta apa yang menimpa anak saya juga diusut," pinta Nurhayati.

Pada bagian lain, puluhan mahasiswa melancarkan aksi demo ke Kantor Kejari Aceh Barat, Kamis (5/9) sekira pukul 10.00 WIB. Aksi dikawal personel kepolisian dari Polres Aceh Barat itu berjalan lancar tanpa insiden apa pun. Mahasiswa membawa sejumlah tulisan dan spanduk sambil meneriakkan yel-yel meminta keadilan dalam proses hukum.

Kedatangan pendemo tersebut diterima Kasi Pidum Kejari Aceh Barat, Andri Herdiansyah SH, dan sejumlah jaksa.  "Kami meminta jaksa menyampaikan apa yang menjadi tuntutan kami ke polisi," tukas Koordinator Aksi, Masykur.

Diterangkannya, pada malam kejadian, di RSUD Cut Nyak Dhien ada dua pasien bedah meninggal dunia yakni Ajrul Amilin (15) dan Alfa Reza (11), usai disuntik tenaga medis di rumah sakit pemerintah tersebut. Saat ini, kasus kematian Alfa Reza sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh dengan terdakwa dua tenaga medis honorer RSUD Cut Nyak Dhien. Sedangkan kasus kematian Ajrul Amilin belum diusut. Hal inilah yang dipertanyakan para pendemo. "Ini yang kami sesalkan kenapa hanya kasus Alfa Reza yang berlanjut. Kenapa kasus Ajrul tidak diusut," gugat Masykur.

Untuk itu, tandasnya, mereka meminta Kejari Aceh Barat menyampaikan ke Polres terkait tuntutan tersebut. Apalagi, beberapa waktu lalu, mahasiswa juga pernah mengelar aksi demo ke Polres Aceh Barat menuntut hal yang sama.

Mendengar tuntutan pendemo, Kasi Pidum Kejari Aceh Barat, Andri menyatakan, apa yang disuarakan oleh mahasiswa tetap ditampung. “Tentu kami akan berkoordinasi dengan Polres Aceh Barat,” ujarnya. Selain itu, bebernya, jaksa kini juga sedang memantau terhadap proses persidangan kasus meninggal Alfa Reza  dengan dua terdakwa petugas medis dari RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Setelah mendengarkan paparan Kasi Pidum, mahasiswa pun membubarkan diri dengan tertib setelah melancarkan aksi demo sekitar 2 jam.

Sementara itu, Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, Kamis (5/9), melanjutkan sidang kasus kematian Alfa Reza, pasien RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh yang meninggal usai disuntik. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu menghadirkan kedua terdakwa yakni, Erwanty dan Desri Amalia, tenaga honorer medis di rumah sakit tersebut.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Zulfadly SH dibantu dua hakim anggota, Al-Qudri SH dan Irwanto SH. Sedangkatn terdakwa didampingi penasehat hukum (PH) dari RSUD Cut Nyak Dhien dan PPNI. Hadir juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Barat, Baron Sidik SH, Yusni Febriansyah SH, dan Badrulsyah SH.

Setelah pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan JPU, sidang kembali ditunda dan akan dilanjutkan pada Kamis pekan depan. Setelah persidangan, kedua terdakwa diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing karena status mereka saat ini tahanan kota.(riz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved