Selasa, 7 April 2026

Berita Aceh Utara

Aktivitas Usaha Belasan Warga Lapang Terhenti Akibat Bencana Puting Beliung

Aktivitas usaha 11 warga di Kecamatan Lapang, Aceh Utara terhenti setelah tempat pencarian rusak diterjang puting beliung pada Rabu (4/9/2019).

Penulis: Jafaruddin | Editor: Yusmadi
For Serambinews.com
Aktivitas usaha 11 warga di Kecamatan Lapang, Aceh Utara terhenti setelah tempat pencarian rusak diterjang puting beliung pada Rabu (4/9) jelang magrib. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Aktivitas usaha 11 warga di Kecamatan Lapang, Aceh Utara terhenti setelah tempat pencarian rusak diterjang puting beliung pada Rabu (4/9) jelang magrib. 

Masing-masing, tiga gerobak yang digunakan untuk jualan makanan, enam rumah toko yang digunakan untuk dagangan, dan tiga pondok garam tempat menampung garam.

Diberitakan sebelumnya, puluhan bangunan rusak di Kecamatan Lapang, Seunuddon, Baktiya Barat setelah tiga kawasan tersebut diterjang angin puting beliung pada Rabu (4/9). 

Rata-rata bangunan yang rusak tersebut adalah bagian atap rumah dan ruko.

Selain itu juga tempat usaha.

Camat Lapang Surya Phachta kepada Serambinews.com, Jumat (6/9) menyebutkan, ada beberapa kepala keluarga yang terhenti pekerjaannya karena tempat usaha mereka rusak.

Baca: Tidak Hanya Rumah, Ini bangunan yang rusak di Lapang Diterjang Puting Beliung

Baca: Angin Puting Beliung Terjang Kawasan Pesisir Aceh Utara, Ini Jumah Rumah yang Rusak

Misalnya tiga pemilik gerobak yang selama ini berjualan mi, putu bambu dan roti bakar. 

“Jadi mereka tak bisa beraktivitas lagi, karena tempat usahanya sudah rusak,” katanya.

Selain itu kata Surya, ada enam KK, tiga diantaranya  tinggal di ruko, dan  memanfaatkan ruko tersebut sebagai tempat jualan.

Kemudian tiga lagi hanya tempat usaha, antara lain ruko alat bangunan, kemudian sarana produksi pertanian.

“Kemudian ada juga pondok garam yang rusak, sehingga air yang akan dijadikan untuk garam sudah bercampur dengan air hujan, sehingga tak bisa digunakan lagi,” katanya.  

Begitu juga dengan tempat usaha mereka, tak bisa digunakan lagi. 

“Kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Lapang, jadi di empat desa kami temukan sekitar 19 bangunan yang rusak dalam kejadian tersebut,” ujar Camat Lapang.

Ditambahkan, pihaknya sekarang juga sedang mencari solusi terkait bagaimana penanganan selanjutnya. 

“Untuk bantuan panik sudah disalurkan, tapi untuk penanganan rumah, itu sedang kita pikirkan bersama,” kata Camat Lapang. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved