Berita Aceh Timur
Demi Rezeki Halal, Sekeluarga dari Langkat Cari Botol Bekas Menggunakan Betor ke Aceh
Saat disambangi Serambi, Hendra beserta istri dan anaknya Raga tidak ambil pusing dengan pelintas di jalan raya.
Penulis: Seni Hendri | Editor: Yusmadi
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Berbagai cara dan pekerjaan dilakukan orang untuk mencari rezeki yang halal.
Tak kecuali bagi kepala keluarga Hendra (42).
Menggunakan becak motor ia bersama istri Mariani (36), dan dua anaknya Raga (20) dan Reza (6) mengumpulkan botol bekas minuman dari Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, ke Aceh Timur.
Cari rezeki di jalan raya lintas provinsi Sumatera dan Aceh ini sudah bertahun-tahun ia lakoni.
"Sudah 6 tahun kami bekerja mencari botol bekas minuman di jalan raya, dari Pangkalan Brandan, hingga ke Aceh Timur, " ungkap Hendra kepada Serambi, Sabtu (7/9/2019) yang ditemui Serambi di Idi Rayeuk, ibu kota Aceh Timur.
"Kami hanya sampai Idi, karena tauke menerima pembelian hingga pukul 20.00 WIB, dengan harga Rp 2000 per kilogram. Kami hanya pekerja untuk tauke," kata Hendra, yang mengaku tidak memiliki pilihan pekerjaan lain.
"Tinggal aja kami ngontrak di Gang Datok, Pangkalan Brandan," ungkap pria berambut keriting ini.
Saat disambangi Serambi, Hendra beserta istri dan anaknya Raga tidak ambil pusing dengan pelintas di jalan raya.
Baca: Galacticos Peusangan Raya Menang atas Persada Blangpidie, Awali Babak 12 Besar Liga 3
Baca: Aceh Besar Kirim 34 Atlet PNS ke Porda Korpri di Subulussalam, Ini Cabang Olahraga Dipertandingkan
Baca: Waspadai Bahaya Cuaca Panas Bagi Kesehatan, Ini Tips Yang Bisa Dilakukan
Mereka fokus memperhatikan setiap botol minuman bekas di tepi jalan.
Becak melaju dengan kecepatan rendah. Saat botol minum tampak istrinya, Mariani dan anaknya Raga langsung turun mengambil dan memasukkan ke dalam goni ukuran besar.
Sementara Reza anak terkecil hanya duduk santai di atas becak.
"Tidak hanya botol minuman berupa Aqua, dan botol minuman lainnya. Tapi juga botol minuman kaleng, dan botol bekas oli kami kutip sepanjang jalan raya ini," ungkap Hendra.
Berbeda dengan harga botol Aqua, kata Hendra, botol oli dibeli Rp 4 perkilogram, dan kaleng bekas Rp 10 ribu.
Dalam sehari katanya, mereka bisa mengumpulkan botol bekas minuman Aqua mencapai puluhan kilo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hendra-dan-keluarga-asal-langkat-cari-botol-bekas.jpg)