Berita Aceh Timur
Demi Rezeki Halal, Sekeluarga dari Langkat Cari Botol Bekas Menggunakan Betor ke Aceh
Saat disambangi Serambi, Hendra beserta istri dan anaknya Raga tidak ambil pusing dengan pelintas di jalan raya.
Penulis: Seni Hendri | Editor: Yusmadi
"Maksimalnya 60 kilogram per hari kali Rp 2 ribu Rp 120 ribu pendapatan per hari mulai start kerja dari Pangkalan Brandan pukul 02.00 WIB dini hari," ungkap Hendra, seraya menyebutkan terkadang juga hanya dapat mengumpulkan botol bekas sebanyak 40 kilogram.
Meski membutuhkan semangat yang tinggi, dan harga jual tak seberapa. Namun Hendra dan keluarga tampak sangat semangat mengumpulkan botol bekas minuman.
Tak sedikitpun terlihat rasa malu, atau minder. Mereka tampak semangat mengumpulkan botol bekas sebanyak-banyaknya.
Karena hanya berdasarkan hasil penjualan botol bekas tersebutlah mereka bisa mewujudkan segalah keinginan dan sebagai biaya untuk menyambung hidup.
"Hasilnya untuk makan. Kalau untuk nyekolahkan Reza belum mampu, karena tak punya uang," ungkap Hendra, seraya mengucap syukur masih bisa berusaha mencari rezeki.
"Jangankan HP, untuk makan aja susah," jawab Hendra, saat Serambi meminta no HP Hendra yang tak memiliki no hp.
Usai karung besar berisi puluhan kilogram botol bekas diikat di atas becak bagian belakang. Hendra, beserta keluarga melanjutkan perjalanan pulang ke Langkat, Sumatera Utara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hendra-dan-keluarga-asal-langkat-cari-botol-bekas.jpg)