Breaking News:

Polemik Pantai Mantak Tari

Ratusan Massa Didominasi Ibu-ibu Bakar Kios di Objek Wisata Mantak Tari Pidie

Massa yang dominan kaum ibu juga membakar belasan kios yang dibangun di pinggir laut Mantak Tari

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Polisi masih melakukan pengamanan di lokasi kios dibakar di objek wisata Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Minggu (8/9/2019). 

Setiap pengunjung yang datang menggunakan roda dua maupun roda empat mereka halau.

"Maaf objek Mantak Tari kami tutup, di Mantak Tari itu sering terjadi maksiat. Kami takut maksiat yang akan mengundang bencana," kata salah seorang berbadan gempal saat ditanya Serambinews.com, Senin (12/8/2019).

Kadisparbudpora Pidie, Apriadi SSos, kepada Serambinews.com, Senin (12/8/2019) mengatakan, pihak dinas belum menggelar rapat dengan dengan tokoh masyarakat Simpang Tiga, guna menyelesaikan persoalan objek wisata Mantak Tari.

Baca: VIDEO - Aduen Jelas Meriahkan Asmasda Haji Uma di Pesantren Bustanul Sa’adah

Karena, menurutnya, Camat Simpang Tiga harus melaporkan persoalan tersebut kepada bupati.

"Pak Camat telah melaporkan kepada dinas, seharusnya camat melaporkan juga kepada Pak Bupati. Walau pun nantinya Pak Bupati akan memanggil Disparbudpora," jelasnya.

Ia menyebutkan, camat melaporkan persoalan itu kepada bupati, sebab masalah Pantai Mantak Tari terjadi di dalam kawasanya.

Baca: Kisah 2 Lansia Tinggal Serumah Dengan Kambing, Tapi Bukan Kambing Mereka, Tak Ada Bantuan Pemerintah

Rp 5 Miliar Terancam

Lokasi wisata Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie masih ditutup sejak dua pekan lalu hingga, Selasa (6/8/2019).

Kondisi itu tidak sepadan dengan rencana rehabilitasi kawasan wisata itu dari pemerintah pusat sebesar Rp 5 miliar pada tahun depan.

Keputusan masyarakat setempat juga menghalang masyarakat yang hendak berliburan setiap akhir pekan berwisata di pantai eksotik berpasir hitam.

Bahkan, rencana membenahi Pantai Wisata Mantak Tari pada 2020 dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) terancam gagal.

Padahal pusat telah respon dan memberi dana Rp 5 miliar untuk membenahi Pantai Mantak Tari itu.

"Kalau terus seperti ini, dikhawatirkan dana rehabilitasi Rp 5 miliar untuk Mantak Tari dari pemerintah pusat akan gagal,” ujar Syammi, SP, Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie, Selasa (6/8/2019).

Baca: Pelukan Pertama Pasca 35 Tahun Bertengkar, Ustaz Felix: Orang Paling Saya Benci Itu Bersyahadat

Syammi menyebutkan fasilitas yang akan dibangun pada 2020 berupa agazebo (pondok) untuk pengunjung, kios kuliner serta cinderamata, sumber air bersih, gapura dan kamar ganti.

Dikatakan, proyek rehabilitasi telah ada dalam Detail Engineering Desaign (DED), termasuk dikuatkan dengan peraturan bupati (Perbup), kemudian rekomendasi dari tiga keuchik yakni Gampong Kupula, Lampoh Awee dan Mantak Raya.

"Ada lagi surat rekomendasi camat serta surat pembebasan lahan dari bupati. Nah, jika kondisi sekarang diketahui pusat, apa jadinya. Bisa jadi uang sudah disetujui dialihkan ke lokasi lain, " tutur Syammi.

Dia berharap, rencana musyawarah yang akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Adha dapat diwujudkan..

"Kita malu juga, sebab semua unsur administrasi telah beres, tinggal tunggu realisasi tapi sudah jadi begini, " katanya.

Dikatakan, dana itu bersumber dari DAK Kementerian Pariwisata RI, malahan pada 2019 telah dianggarkan untuk pembenahan Pantai Pelangi dengan nilai Rp 2, 4 miliar.(*)

Baca: VIDEO - Kebakaran Lahan Kembali Landa Aceh Barat

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved