Breaking News:

Berita Nagan Raya

Taman Hutan Kota Suka Makmue Butuh Pengelolaan, Ini Harapan Kepala DHL Nagan Raya

Di hutan kota Nagan Raya itu nantinya akan dibangun sejumlah sarana di antaranya tempat bermain, ruang baca, fasilitas olahraga dan fasilitas lainnya.

Penulis: Sa'dul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Hand-over kiriman warga.
Taman Hutan Kota Suka Makmue 

Laporan Sa’dul Bahri | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, akan segera memanfaatkan hutan kota di atas tanah seluas empat hektar di kawasan pusat Perkantoran Pemerintah Suka Makmue yang menjadi ruang terbuka hijau (RTH) untuk masyarakat nantinya.

Namun untuk pemgembangan hutan kota tahun 2019 pemerintah setempat masih dalam tahap pembuatan detail design engineering (DED).

“Pengembangan hutan kota tersebut nantinya akan menggunakan dana APBN dengan membangun semua fasilitas yang memadai sesuai kebutuhan untuk mewujudkan RTH di Nagan Raya yang menjadi tempat wisata islami,” sebuat Teuku Hidayat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nagan Raya kepada Serambi, Minggu (8/9/2019).

Ia menambahkan, pembangunan pengembangan hutan kota di Nagan Raya yang dibangun di atas lahan seluas empat hektare, juga memiliki lahan cadangan seluas 54 hektare di sekitar perkantoran.

Di dalam hutan kota tersebut nantinya akan dibangun sejumlah sarana di antaranya tempat bermain, ruang baca, fasilitas olahraga dan fasilitas lainnya dibawah pohon-pohon kayu besar di hutan tersebut.

"Semua jenis kayu ada di hutan kota tersebut, dan setiap pohon kayu akan kita berikan nama, sehingga anak-anak dan orang dewa bisa mengenal semua jenis kayu hutan disampaing tersedianya faslitas lainnya di hutan kota yang sama seperti tempat wisata dan pengembangan ini hutan kota ini menjadi tugas dari DLH,” kata Teuku Hidayat.

Dikatakannya, bahwa sarana yang akan dibangun di lokasi tersebut diharapkan ruang terbuka hijau bagi masyarakat dapat berkembang dengan pengelolaan yang baik, sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan guna mewujudkan wisata Islami di daerah itu.

Selain itu juga sebagai upaya memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang pelestarian dan menjaga lingkungan agar tetap sehat sebagaimana yang diharapkan.

Pemerintah daerah juga sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI di Jakarta, agar program tersebut dapat berjalan seperti yang sudah direncanakan.

Sehingga saat ini sedang menyelesaikan pembuatan DED yang menjadi kebutuhan sebagai acuan dalam pembangunan yang terarah.

"Kami sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, dan dalam pertemuan itu beberapa waktu yang lalu telah memberi sinyal akan membantu alokasi anggaran guna mewujudkan taman hutan kota dan ruang terbuka hijau di pusat pemerintahan setempat, namun pemerintah daerah harus menyiapkan DED terlebih dahulu," jelas Teuku Hidayat.(*)

Baca: Malam Ini Pukul 00.30 WIB Jamaah Kloter 6 Asal Aceh Utara Mendarat di Bandara SIM

Baca: VIDEO - Emak-Emak Mengamuk, Sejumlah Kios Dirusak. Wisata Pantai Mantak Tari Dijaga Polisi

Baca: Jalan Blangkejeren-Kutacane Depan Kantor Camat Putri Betung Berlumpur, Ini Sebab dan Harapan

Baca: ASPPI Minta Pemkab Aceh Selatan Ajak Pengusaha Berinvestasi di Sektor Pariwisata

Baca: Wasekjen MUI Pusat, Ustadz KH Zulkarnain Akan Berceramah di Lhokseumawe

Baca: Hasil Final Badminton Chinese Taipei Open 2019 - Lima Trofi Dibagi Rata, Indonesia tanpa Gelar Juara

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved