Polemik Pantai Mantak Tari
Emak-emak Perang Mulut dengan Polisi, Wartawan juga Disemprot
sebelum mereka membubarkan diri sambil marah-marah, para emak-emak tersebut sempat perang mulut dengan polisi.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Yocerizal
Emak-emak Perang Mulut dengan Polisi, Wartawan juga Disemprot
Laporan Nazar | Sigli
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ratusan emak-emak yang mengamuk di objek wisata Mantak Tari, Minggu (8/9/2019) sekitar pukul 05.20, berhasil diredakan polisi tak lama kemudian.
Meski demikian, sebelum mereka membubarkan diri sambil marah-marah, para emak-emak tersebut sempat perang mulut dengan polisi.
Tidak hanya polisi, wartawan yang meliput dan mengambil foto di lokasi kejadian juga kena semprot. Sambil marah-marah mereka mengambil handphone wartawan.
Informasi yang diperoleh Serambinews.com, kerusuhan di Objek Wisata Mantak Tari itu bermula dari kebakaran sejumlah kios yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Polisi menduga, kios-kios itu dibakar oleh orang tak dikenal.
Begitu mendengar adanya kebakaran, anggota Polsek Simpang Tiga bersama Koramil setempat menuju ke pantai Mantak Tari.
Satu armada pemadam kebakaran juga dikerahkan. Namun begitu proses pemadaman selesai, tiba-tiba gelombang massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 300 orang datang menyerbu ke lokasi.
VIDEO - Emak-Emak Mengamuk, Sejumlah Kios Dirusak. Wisata Pantai Mantak Tari Dijaga Polisi
Ratusan Massa Didominasi Ibu-ibu Bakar Kios di Objek Wisata Mantak Tari Pidie
Ini Penjelasan Polisi Terkait Pengrusakan Objek Wisata Mantak Tari Simpang Tiga Pidie
Sebagian massa datang menggunakan sepeda motor dan sebagian lagi berjalan kaki.
Massa yang didominasi para emak-emak itu ada datang sambil membawa anak-anaknya. Mereka merusak dan merubuhkan kios-kios yang ada.
Selain merusak kios, plang nama objek wisata yang berada di pinggir laut juga tak luput dari amukan.
Tak lama, puluhan polisi tiba di lokasi sambil membawa pentungan dan gas air mata. Polisi lantas meminta massa agar tenang dan berhenti melakukan pengrusakan.
Saat itulah perang mulut terjadi. Meski demikian, massa akhirnya bersedia membubarkan diri walau sambil marah-marah. Mereka pergi melintasi pematang tambak.
Beberapa emak-emak yang coba ditanyai Serambinews.com menolak menjawab. Mereka justru meminta agar wartawan tidak perlu membuat berita soal kejadian tersebut karena yang mereka lakukan adalah mencegah terjadinya maksiat.
Pascaamuk massa, lokasi objek wisata Mantak Tari kini mennjadi pora-poranda dan bagai tak terurus.
Kapolres Pidie, AKBP Andy NS Siregar SIK, melalui Kapolsek Simpang Tiga, Iptu Mursal, kepada Serambinews.com, Minggu (8/9) menjelaskan, motif pengrusakan oleh massa yang didominasi para emak-emak itu karena tak ingin objek wisata Mantak Tari menjadi lokasi maksiat.
“Warga menilai, jika objek wisata Mantak Tiri dihidupkan, maka maksiat akan terjadi sehingga akan mengundang bencana,” ujar Kapolsek.
Namun menurut Iptu Mursal, tidak semua desa di Kecamatan Simpang Tiga setuju dengan penutupan pantai Mantak Tari.
Karena itu, untuk menghindari bentrok sesama warga, objek wisata tersebut telah dilakukan penutupan sementara.
Karenanya ia juga kaget tiba-tiba ratusan warga berdatangan dan melakukan pengrusakan. Total ada enam kios yang berhasil dirusak.
Kisah Panglima GAM Ishak Daud, Pernah Jemput Apa Karya dengan Speed Boat di Laut
Nggak Perlu Pegang HP, Ini Cara Kirim Pesan WhatsApp & Video Call Pakai Perintah Suara, Sudah Coba?
Viral Video Detik-detik Tumbangnya Crane Raksasa Diterjang Topan Dorian yang Mematikan
"Massa yang merusak enam kios itu berasal dari Gampong Kupula dan Meunasah Lhee, sementara yang membakar kios adalah OTK. Kasus pembakaran itu akan ditindaklanjuti polisi Reskrim Polres Pidie," pungkasnya.
Sebenanya lanjut Kapolsek Simpang Tiga ini, upaya menyelesaikan persoalan objek wisata Mantak Tari telah berulangkali dilakukan.
Rapat terakhir pada tanggal 3 September 2019 yang dilaksanakan oleh forum pengendali konflik dari kabupaten.
Rapat itu dihadiri enam keuchik, tokoh masyarakat, imum mukim, kepala Kesbangpol Pidie, Zulfikar, akademisi Umar Mahdi, dan Muspika Kecamatan Simpang Tiga.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ibu-ibu-bakar-kios-di-pantai-mantak-tari-pidie-hari-ini.jpg)