Berita Jakarta

Soal Calon Pimpinan KPK, Zulvan Lindan, Bola Panas Ada di Komisi III DPR

"Tanggungjawabnya bukan hanya kepada presiden, DPR dan rakyat, tapi juga Allah SWT," ujar Zulvan Lindan.

Soal Calon Pimpinan KPK, Zulvan Lindan, Bola Panas Ada di Komisi III DPR
IST
Zulfan Lindan 

"Tanggungjawabnya bukan hanya kepada presiden, DPR dan rakyat, tapi juga Allah SWT," ujar Zulvan Lindan.

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA --- Bola panas calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini ada di Komisi III DPR RI. Bola panas bukan lagi berada di Panitia Seleksi (Pansel).

Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR RI asal pemilihan Aceh, Zulvan Lindan dalam rapat kerja dengan Pansel Calon Pimpinan KPK di Komisi III DPR RI, Kompleks Parpemen Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Politisi Partai NasDem itu juga mengapresiasi kerja Pansel yang dinilai sudah bersusah payah melakukan kerja seleksi, bahkan sampai dicaci maki.

"Komisi III berterima kasih atas kerja pansel yang telah meyelesaikan tugasnya, meski juga menerima kritik dan cacian," ujar Zulvan Lindan.

Menurut Zulvan tidak mudah menentukan pilihan terhadap siapa yang dipilih dan siapa yang tidak dipilih. 

"Tanggungjawabnya bukan hanya kepada presiden, DPR dan rakyat, tapi juga Allah SWT," ujar Zulvan Lindan.

Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK di ruang rapat Komisi III,  dihadiri Ketua Komisi III DPR Azis Syamsudin, Wakil Ketua Komisi III Desmon J Mahesa dan Herman Heri dan Erma Suryani serta anggota Komisi III lainnya.

Baca: Diguyur Hujan, Karhutla di Aceh Barat Mulai Padam

Baca: Pergaulan Bebas di Kalangan Pelajar Sudah Sangat Mengkhawatirkan, Ini Pesan Kapolsek Jantho

Baca: Ini Peraih Penghargaan Haornas di Bireuen, Wartawan Serambi Raih Penghargaan Peduli Olahraga

Tim Pansel KPK tampak semua hadir. Dipimpin  Ketua Pansel Yenti Ganarsih.

Yenti Ganarsih dalam penjelasannya mengatakan, 10 capim KPK sudah disampaikan ke Presiden. Yenti menjelaskan telah menerima masukan-masukan dari berbagai pihak selama proses seleksi Capim KPK.

Yenti menyampaikan proses kelayakan kenapa capim yang 10 tersebut dipilih. Setelah terpilih kemudian diserahkan ke Presiden.

"Presiden setuju, kemudian diserahkan ke DPR. Kan kita hanya membantu itu. Tapi kalau assesment mendalam tidak kita berikan. Tapi pokoknya bagi kita inilah kelayakannya. Nanti terserah DPR kan untuk mengambil 5 dari 10 capim," katanya

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved