Berita Bireuen

Cabuli Bocah, Seorang Pria Lanjut Usia di Bireuen Dipolisikan

Apa yang dilaporkan benar adanya dan petugas turun ke lokasi guna menangkap pria berusia lanjut yang diduga melakukan pencabulan anak dibawah umur.

Cabuli Bocah, Seorang Pria Lanjut Usia di Bireuen Dipolisikan
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Seorang pria lanjut usia (baju tahanan), ditahan di Mapolres Bireuen karena tersangkut kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

Apa yang dilaporkan benar adanya dan petugas turun ke lokasi guna menangkap pria berusia lanjut yang diduga melakukan pencabulan anak dibawah umur.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Seorang pria lanjut usia berinisial BI (54), warga salah satu kecamatan di Bireuen diamankan ke Polres Bireuen Rabu (28/08/2019) lalu, karena diduga tersangkut kasus pencabulan terhadap seorang anak masih dibawah umur.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah SIK serta didampingi Kanit PPA, Bripka Asnizar kepada Serambinews.com, Selasa (10/09/2019) mengatakan, petugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) didatangi seorang ibu-ibu dari salah satu desa Peulimbang.

Baca: Kabar Menggembirakan, RSU Teungku Peukan Abdya Mampu Operasi Memecah Batu Ginjal dan Saluran Kemih

Wanita tersebut membuat laporan resmi menyangkut dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seseorang terhadap buah hatinya.

Kejadian tersebut berlangsung 23 Agustus 2019.

Berdasarkan laporan tersebut, tim lapangan mempelajari dan menyelidiki lebih lanjut terhadap kebenaran laporan yang diterima SPKT.

Akhirnya, apa yang dilaporkan sang ibu benar adanya dan petugas turun ke kawasan itu guna menangkap pria berusia lanjut yang diduga melakukan pencabulan anak dibawah umur.

Tim penyidik selain menangkap pria tersebut, juga melakukan pemeriksaan saksi, mencari barang bukti, pemeriksaan medis, dan dari hasil penyelidikan BI ditetapkan sebagai tersangka.

BI yang sudah ditahan sejak 28 Agustus lalu di Mapolres Bireuen, namun belum mengakui perbuatan tersebut dan tetap membantah ia tidak melakukan.

Baca: Honda Care Layani Sepeda Motor Mogok hingga Servis, Hubungi Nomor Ini

Dalam proses pemeriksaan kata Kasat Reskrim, penyidik tidak lagi mengejar pengakuan pelaku.

Tapi berdasarkan bukti, keterangan saksi, dan keterangan pendukung lainnya seperti hasil pemeriksaan kesehatan, maka ditetapkan sebagai tersangka.

“Peraturan sekarang tidak lagi menunggu pengakuan pelaku baru ditetapkan sebagai tersangka, tapi berdasarkan alat bukti, keterangan saksi. Apalagi adanya keterangan korban, pelaku langsung ditetapkan sebagai tersangka,” ujar KasatReskrim. (*)

Baca: Alat CT-Scan RSU di Cut Meutia Sudah Mulai Berfungsi Kembali

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved