Walhi tak Rekom Pembangunan Jalan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mengaku tidak pernah merekomendasikan pembangunan jalan

Walhi tak Rekom Pembangunan Jalan
dok/Walhi
Lokasi jalan Jambur Latong, Aceh Tenggara, Provinsi Aceh yang bisa menghubungkan ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. dok/Walhi 

* Jambur Latong-Langkat

KUTACANE - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mengaku tidak pernah merekomendasikan pembangunan jalan tembus Jambur Latong-Langkat di Kabupaten Aceh Tenggara.  Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Daerah Walhi Aceh, Muhammad Nur, kepada Serambi, Senin (9/9).

Sebelumnya, kata Muhammad Nur, Pemkab Agara dalam rapat Forkopimda di Berastagi pada 7 September lalu menyampaikan bahwa Walhi Aceh telah memberikan rekomendasi untuk pembangunan jalan tersebut. "Ini tidak benar," kata Muhammad Nur kepada Serambi, Senin (9/9).

Kata dia, Pemkab  Agara telah merencanakan pembangunan jalan tembus dari Jambur Latong sampai perbatasan Sumatera Utara, dengan panjang jalan diperkirakan mencapai 16 kilometer. Jalan ini berada dalam kawasan hutan lindung. Kegiatan survei telah dilakukan, dan rencananya pada tahun 2020 dilakukan pembangunan menggunakan dana APBK Aceh Tenggara.

"Walhi Aceh tetap mengkritisi pembangunan jalan dalam kawasan hutan, karena memiliki dampak jangka panjang terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Dengan terbukanya akses ke dalam kawasan hutan, maka akan terjadi kejahatan lingkungan seperti ilegal logging, perburuan satwa liar yang dilindungi, dan perambahan kawasan hutan pasti akan marak terjadi," kata dia.  Praktik ilegal tersebut berdampak terhadap bencana ekologi. "Terlebih Aceh Tenggara memiliki riwayat bencana banjir yang cukup parah,  berulangkali terjadi banjir bandang di beberapa titik di Aceh Tenggara," tandasnya.

Untuk itu, Walhi Aceh meminta pemerintah Aceh untuk tidak menerbitkan izin pembangunan jalan tersebut dan mendorong pihak legislatif Agara mengevaluasi kembali rencana pembangunan jalan dimaksud, yang telah diusulkan dalam perencanaan tahun 2020. "Ini tantangan bagi 30 orang anggota DPRK Aceh Tenggara yang baru. Kita ingin lihat sejauh mana keberpihakan pihak legislatif terhadap keselamatan lingkungan di Agara," ujar Muhammad Nur. (as)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved