Berita Aceh Tengah

20 Reje Kampung Pegasing Belajar Pengelolaan BUMK ke Jawa Tengah, Ini Target Kunjungan

Sekitar 20 Reje Kampung (Keuchik) di Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, melakukan studi banding ke Desa Ponggok, Kecamatan Pulo Narjo...

20 Reje Kampung Pegasing Belajar Pengelolaan BUMK ke Jawa Tengah, Ini Target Kunjungan
For Serambinews.com
Camat Pegasing, Sukirman, menyerahkan plakat kepada Kepala Desa Ponggok, Klaten Jawa Tengah, H Junaidi Mulyono SH ketika melakukan studi banding tentang BUMK di daerah itu. 

20 Reje Kampung Pegasing Belajar Pengelolaan BUMK Ke Jawa Tengah, Ini Target Kunjungan

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Sekitar 20 Reje Kampung (keuchik) di Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, melakukan studi banding ke Desa Ponggok, Kecamatan Pulo Narjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, untuk belajar tentang pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

Dipilihnya Desa Ponggok, sebagai sasaran studi banding karena desa itu telah berhasil mengelola BUMK atau BUMDes dengan pendapatan setahun bisa mencapi Rp16,5 miliar.

“Kami mengajak para reje, agar bisa menambah wawasan, serta pengetahuan tentang cara memanajemen BUMK,” kata Camat Pegasing, Sukirman kepada Serambinews.com, Rabu (11/9/2019).

Kota Sabang Raih Medali Emas Pada PORA Kopri Aceh Ke-3

BJ Habibie Meninggal - Ini Profil, Penjelasan Keluarga, hingga Rencana Dimakamkan di Samping Ainun

PWI Balai Aceh Singkil Gelar Pelatihan Jurnalistik di Kampus STIP Yashafa

Menurut Sukirman, potensi yang ada di Kecamatan Pegasing, tidak kalah dengan yang ada di Desa Ponggok, Klaten. Namun dengan sistem pengelolaan BUMK yang baik, sehingga Desa Ponggok, memiliki pendapatan yang cukup besar.

“BUMK disana, menjadikan aliran sungai menjadi objek wisata, tapi hasilnya luar biasa,” ujar Sukirman.

Keberhasilan tersebut, lanjut Camat Pegasing ini, tidak terlepas dari sistem pengelolaan, dana desa serta BUMK yang sudah tersusun dengan baik.

Jelang Pergantian Pimpinan, Polres Aceh Timur Imbau Warga Waspadai Pencatutan Nama Kapolres

“Kami ingin mencontoh keberhasilan itu, karena potensi di daerah kita, tidak kalah. Tinggal, bagaimana cara untuk mengelolanya sehingga bisa memberikan pendapatan bagi kampung,” lanjutnya.

Disebutkan Sukirman, untuk kegiatan belajar pengelolaan BUMK di Desa Ponggok, tidak semua reje kampung di Kecamatan Pegasing, ikut serta karena keterbatasa ketersediaan anggaran di desa. Untuk itu, hanya sekitar 20 kepala kampung yang ikut studi banding.

“Kita harapkan, reje yang berangkat studi banding, bisa menularkan ilmu yang di dapat untuk desa lain di Kecamatan Pegasing,” pungkasnya.(*)   

Jembatan Darurat Nyaris Telan Korban Jiwa di Simeulue, Ini Penyebabnya

Begini Cerita Mawardi yang Bersedia Turun ke Buket Sudan Sebelumnya Tinggal Terisolir

Senjata Makan Tuan, Seorang Remaja Tikam Begal yang Akan Pekosa Pacarnya, Begini Kronologinya

Teks foto : Camat Pegasing, Sukirman, menyerahkan plakat kepada Kepala Desa Ponggok, Klaten Jawa Tengah, H Junaidi Mulyono SH ketika melakukan studi banding tentang BUMK di daerah itu. Foto dok camat Pegasing

=============

Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved