Berita Lhokseumawe

Perkembangan Kasus Dua Tersangka Pelecehan Seksual di Pesantren An Lhokseumawe

Jaksa menyatakan berkas kedua tersangka belum lengkap, sehingga dikembalikan lagi ke penyidik Polres Lhokseumawe.

Perkembangan Kasus Dua Tersangka Pelecehan Seksual di Pesantren An Lhokseumawe
For Serambinews.com
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang memberi keterangan pers terkait tertangkapnya kembali seorang tersangka penyebar informasi hoaks, dalam kasus dugaan pelecehan seksual di Pasantren An, Minggu (21/7/2019). 

Namun seteleh diteliti, jaksa menyatakan berkas kedua tersangka belum lengkap, sehingga dikembalikan lagi ke penyidik Polres Lhokseumawe.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE -  Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, membuat berkas terpisah untuk oknum pimpinan Pasantren An dan seorang guru mengaji, yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri di pasantren tersebut.

Sedangkan berkas untuk kedua tersangka, beberapa waktu lalu telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe untuk diteliti.

Namun seteleh diteliti, jaksa menyatakan berkas kedua tersangka  belum lengkap, sehingga dikembalikan lagi ke penyidik Polres Lhokseumawe.

Baca: Romahurmuziy Didakwa Terima Suap Rp 416,4 Juta

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, Rabu (11/9/2019) menjelaskan, berkas untuk kedua tersangka kini masih dalam tahap perampungan kembali, sesuai dengan petunjuk dari jaksa.

Namun beberapa hari lalu, pimpinan Pesantren An yang menjadi tersangka dalam kasus ini, meminta pihaknya menghadirkan saksi yang meringankan.

"Saksi yang meringankan dari keluarganya dan hari ini sudah selesai kita dimintai keterangan," katanya.

Jadi dengan selesai memintai keterangan saksi yang meringankan tersangka, pihaknya akan segera menyerahkan kembali berkas kedua tersangka ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

"Mungkin paling lambat pekan depan sudah diserahkan kembali ke jaksa," pungkas AKP Indra T Herlambang.

Baca: Begini Cerita Mawardi yang Bersedia Turun ke Buket Sudan Sebelumnya Tinggal Terisolir

Diberitakan sebelumnya, oknum pimpinan Pasantren An  (singkatan) di Kota Lhokseumawe beserta dengan seorang guru mengajinya (keduanya pria), kini ditahan di Polres Lhokseumawe.

Keduanya ditahan atas dugaan telah melakukan pelecehan seksual pada santri pria (sesama jenis), yang berumur antara 13- 14 tahun.

Ekses dari kejadian tersebut, pesantren An pun kini pindah tempat.

Sebelumnya di kawasan Kecamatan Muara Dua, pindah ke Kecamatan  Blang Mangat, Lhokseumawe.

Aktivitas belajar mengajar di Pasantren An kini pun sudah berjalan normal kembali. (*)

Baca: Dua Warga Nagan Raya Jadi Tersangka, Kasus Maling Kambing Berujung Mobil Dibakar Massa di Aceh Barat

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved