Jamaah Haji

Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Mursil: Tinggalkan Ghibah

Sebanyak 391 jamaah haji kelompok terbang tujuh tiba di Aceh Tamiang, disambut Forkopimda di Kantor Bupati Aceh Tamiang.

Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Mursil: Tinggalkan Ghibah
Serambinews.com
Bupati Aceh Tamiang H Mursil saat mem-peusiujek jamaah haji di tribun belakang kantor bupati, Selasa (10/9/2019) sore. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sebanyak 391 jamaah haji kelompok terbang tujuh tiba di Aceh Tamiang dengan sambutan unsur Forkopimda di tribun belakang Kantor Bupati Aceh Tamiang, Selasa (10/9/2019). 

Iring-iringan lima bus ini langsung membawa seluruh jamaah haji ini ke tribun belakang, tempat berkumpulnya Forkopimda dan keluarga jamaah yang sudah menunggu sejak siang. 

Rombongan yang berada di bus pertama satu per satu disalami Bupati Aceh Tamiang, H Mursil. 

"Jangan pulang dulu. Istirahat dulu di sini, sudah kita sediakan makan," kata Mursil. 

Dalam kesempatan itu Mursil menyampaikan harapannya agar seluruh jamaah haji bisa meningkatkan amal ibadah. Untuk hajjah dia berpesan meninggalkan ghibah atau ngerumpi, sedangkan untuk haji dia ingatkan agar shalat lima waktu di masjid. 

"Jangan ghibah lagi, sudah haji. Shalatnya pun di masjid lima waktu," pesannya. 

Kepala Kantor Kemenag Aceh Tamiang, Hasan Basri menyebut rombongan haji asal Aceh Tamiang tidak seluruhnya pulang disebabkan satu jamaah Mat bnudin bin Abdul Latif (99) sakit. 

Jamaah tertua di Aceh itu mengeluh sakit di jantung dan paru-paru, sehingga harus tinggal di Arab Saudi untuk dirawat di RS King Faisal. 

"Di sana beliau didampingi tim kesehatan dari Indonesia. Proses pemulangan bisa dilakukan dengan ikut kolter berikutnya," kata Hasan Bari. 

Disebutnya jamaah haji Aceh Tamiang sebanyak 393 orang. Diketahui dua orang sudah lebih dulu pulang karena harus mengikuti pelantikan DPRK. 

"Tapi kita ada tambahan satu orang dari Kloter lain. Jadi yang pulang hari ini ada 391 orang," sebutnya. 

Kepulangan jamaah haji ini sendiri sempat mendapat kendala akibat AC di salah satu bus rusak. Kondisi ini menyebabkan iring-iringan bus terhenti di Samahani, Aceh Besar selama kurang lebih 3,5 jam. 

"Petugas sudah berupaya mencari bus pengganti, namun tidak dapat karena saat bersamaan sudah dibooking oleh daerah lain," kata Kabag Kesra dan Keistimewaan Setdakab Aceh Tamiang, Yetno. 

Ketiadaan bus cadangan ini memaksa petugas memindahkan seluruh jamaah dari bus rusak itu ke bus lain. "Semua petugas kita pindahkan ke bus yang AC-nya rusak. Sementara jamaah yang ada di bus itu dipindahkan ke bus lainnya, dipencar," kata Yetno.(*)

Baca: Festival Bintang Radio RRI Takengon Diikuti Puluhan Peserta

Baca: DPRK Simeulue Bentuk Tiga Fraksi, Ini Nama-namanya

Baca: Ketua dan Anggota DPRK Bireuen Minta Eksekutif Lanjutkan Pembangunan Gedung DPRK yang Telantar

Baca: Sambut 10 Muharram, Aluswah Peduli Pidie Santuni 200 Anak Yatim

Baca: Turnamen Sepak Bola Pemuda Padang Sikabu Cup II, Borda FC Hentikan Ambisi PSCS Cot Seumantok

Baca: Listrik Mati di Jawa Langsung Diganti Rugi, Listrik Padam Berbulan-bulan di Papua tak ada Ganti Rugi

Baca: Berusia 40 Tahun Kini Bisa Lamar CPNS Untuk Posisi Ini, Info Jadwal Pembukaan CPNS 2019

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved