Breaking News:

Protes Senator dari Papua

Listrik Mati di Jawa Langsung Diganti Rugi, Listrik Padam Berbulan-bulan di Papua tak ada Ganti Rugi

Senator asal Papua Barat Mervin S Komber memprotes sikap kurang adil dari pemerintah pusat dalam hal layanan listrik.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Hand-over dokumen pribadi
Senator Papua Barat, Mervin S Komber 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan bernada sarkasme dilontarkan senator asal Papua Barat Mervin S Komber, saat berbicara dalam Forum Legislasi dengan tema "Membedah UU Otsus Papua, Telaah Upaya Pemerintah Redam Konflik di Bumi Cendrawasih" di Ruang Wartawan DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

"Di Jawa mati listrik tujuh jam langsung dapat ganti rugi. Di Papua, berbulan-bulan mati listrik tak pernah ada ganti rugi. Ya, inikan tidak adil," katanya di hadapan peserta diskusi.

Marvin juga mempertanyakan status ribuan pegawai yang tak pernah diangkat jadi pegawai negeri sipil.

"Satu lagi, bupati-bupati yang hebat di Papua, selesai masa jabatan langsung jadi tersangka," ujarnya. Padahal, bupati tersebut telah bersusah payah bangun daerahnya dan bantu masyarakat.

Pasalnya, kata Mervin, masyarakat akan langsung minta uang sama bupati apabila memerlukan sesuatu. "Bupati langsung kasih bantuan uang, ya sumbernya tentu dari dana Otsus yang ada," katanya.

Untuk mengatasi persoalan Papua, Mervin S Komber, mengusulkan kepada Pemerintah untuk segera menerbitkan empat peraturan pemerintah atau PP tentang pembentukan partai politik lokal, penggunaan dana Otsus, penyusunan peraturan daerah khusus atau Perdasus dan peraturan daerah provinsi atau Perdasi, dan PP tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi.

"Menurut saya Daerah Otsus Papua dan Papua Barat harus diperkuat. Itu salah satu jalan membangun Papua secara bersama-sama," katanya.

Ia mengistilahkan, Otsus adalah akad nikahnya Papua dengan Indonesia, dan karena itu harus diperkuat dan dilaksanakan dengan baik. 

"Ini saya dengar status Otsus mau dievaluasi, saya kira itu tidak tepat. Tapi justru diperkuat," tukasnya.(*)

Baca: Sambut 10 Muharram, Aluswah Peduli Pidie Santuni 200 Anak Yatim

Baca: Listrik Diduga Korslet, Dua Rumah Diamuk Api

Baca: 324 Pengendara Diberikan Surat Tilang, Ini Pelanggarannya

Baca: Panik Dikejar Warga, Maling Lempar Kambing Curian di Jalan

Baca: Kakek Cabuli Cucu Selama 2 Tahun, Dilakukan Setiap Pagi Saat Antar ke Sekolah

Baca: Sudah 2 Kali Kalah di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Stamina Timnas Indonesia Kedodoran, Salah Siapa?

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved