Rumah Sakit Tagih Tunggakan BPJS Kesehatan Rp 6,5 Triliun, Suplai Obat Distop Akibat Tak Ada Uang

"Tunggakan yang ada sekarang bagaimana dalam waktu sesingkat-singkatnya segera dibayar,"

Rumah Sakit Tagih Tunggakan BPJS Kesehatan Rp 6,5 Triliun, Suplai Obat Distop Akibat Tak Ada Uang
id.wikipedia
Logo BPJS Kesehatan 

SERAMBINEWS.COM - Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) menagih tunggakan BPJS Kesehatan yang mencapai Rp 6,5 triliun pada 2019.

Anggota Kompartemen Jaminan Kesehatan Persi Odang Muchtar mengatakan, BPJS Kesehatan kerap menunggak pembayaran JKN selama 4 bulan.

"Tunggakan yang ada sekarang bagaimana dalam waktu sesingkat-singkatnya segera dibayar," ujarnya dalam diskusi di Gedung Ombudsman, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Bila hal ini terus didiamkan kata Odang, maka rumah sakit akan mengalami stunting.

Baca: Ini Lima Pimpinan KPK 2019-2023 Terpilih, Irjen Firli Jadi Ketua, Berikut Rincian Jumlah Suara

Sebab margin tipis dan peluang investasi terganggu oleh tunggakan BPJS Kesehatan.

Oleh karena itu rumah sakit membutuhkan uang tunai untuk operasionalnya.

Bahkan kata dia, akibat tidak memiliki uang tunai yang cukup akibat tunggakan BPJS Kesehatan, ada rumah sakit yang suplai obatnya sampai diputus oleh suplier.

Baca: VIDEO Jet Tempur AS Jatuhkan 36 Ton Bom ke Basis ISIS di Pulau Irak

"Perhatian kita segera lah bisa bayar tunggakan BPJS Kesehatan terpenuhi sampai obat kita distop supplier obat.

Kalau iuran naik, darah BPJS juga baik," kata dia.

Ia meminta Ombudsman mendorong BPJS Kesehatan atau Kementerian Keuangan agar sesegera mungkin membayar tunggakan program JKN.(*)

Baca: Polisi Juga Sita Emas Murni di Lokasi Tambang Ilegal di Beutong Nagan Raya, Segini Jumlahnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Suplai Obat Distop, Rumah Sakit Tagih Tunggakan BPJS Kesehatan Rp 6,5 Triliun

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved