Video

VIDEO - Kisah Pencari Pucuk Nipah di Sarang Buaya Aceh Singkil, Diupahi Rp 150 Untuk Setiap Kg

Pucuk nipah yang telah dicincang diikat lalu dijual kepada pengepul selanjunya dikirim ke Sumatera Utara.

VIDEO - Kisah Pencari Pucuk Nipah di Sarang Buaya Aceh Singkil, Diupahi Rp 150 Untuk Setiap Kg

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Sabetan golok dalam genggaman tangan kiri perempuan paruh baya itu, bergerak cepat menebas daun nipah muda terpisah dari pelepahnya.

Nia nama perempuan asal Desa Suka Makmur, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, tersebut.

Sehari-hari bekerja sebagai tukang cincang pucuk nipah yang diambil kaum lelaki dari Singkil Lama, tempat buaya bersarang.

Keringat memenuhi wajahnya. Tapi ia masih terus mengejar target mendapatkan seikat lagi cincangan nipah.

Cincang merupakan istilah untuk pekerjaan memotong daun nipah agar terpisah dengan pelepahnya.

Umumnya pekerjaan itu dilakukan ibu rumah tangga demi membantu suami menutupi kebutuhan keluarga.

Baca: Maling Roda Mobil Beraksi Dini Hari, Meluas di Empat Kabupaten

Baca: Sosok Big Brother Bagi Xanana, BJ Habibie di Mata Rakyat Timor Leste

Setiap satu kilogram daun nipah muda yang dicincang Nia diupahi Rp 150.

Pucuk nipah yang telah dicincang diikat lalu dijual kepada pengepul selanjunya dikirim ke Sumatera Utara.

Puncuk nipah sejauh ini digunakan sebagai bungkus tembako.

Halaman
12
Penulis: Dede Rosadi
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved