Jumat, 10 April 2026

Luar Negeri

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan Sebut PM India Narendra Modi Seorang Pengecut

Pernyataan Khan tersebut berkaitan dengan tindakan pemerintah India, pada 5 Agustus lalu yang menghapus status otonomi khusus wilayah Kashmir yang did

Editor: Faisal Zamzami
AFP / AAMIR QURESHI
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. (AFP / AAMIR QURESHI) 

SERAMBINEWS.COM, KASHMIR - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyebut timpalannya dari India, Narendra Modi, seperti seorang pria pengecut.

Pernyataan Khan tersebut berkaitan dengan tindakan pemerintah India, pada 5 Agustus lalu yang menghapus status otonomi khusus wilayah Kashmir yang diduduki.

Khan juga menjanjikan bakal membawa masalah Kashmir India tersebut dalam sesi Majelis Umum PBB pada pekan depan.

"Saat Anda menyampaikan pesan kepada 200 juta umat Muslim India bahwa India hanya untuk umat Hindu, Anda akan mendorong mereka untuk berbuat kekerasan," ujar Khan.

"Saya terutama ingin menyampaikan pesan dari sini kepada Anda, Narendra Modi, bahwa hanya seorang pria pengecut yang akan menekan rakyat."

"Seperti yang dilakukan India di Kashmir," kata Khan di hadapan ribuan pendukungnya, dalam agenda rapat umum di wilayah Kashmir yang dikontrol Pakistan, Jumat (13/9/2019).

"Saya akan menghadiri Sidang Umum PBB minggu depan dan tidak akan mengecewakan rakyat Kashmir."

" Saya akan mengambil sikap yang tidak pernah dilakukan siapa pun sebelumnya di sana," lanjutnya.

Khan, dalam kesempatan orasi di wilayah Kashmir yang disengketakan, menegaskan bahwa Pakistan tidak berniat perang dengan India, namun dia mengatakan bahwa Islamabad bakal menanggapi setiap tindakan permusuhan terhadap negaranya.

Pakistan, yang bertetangga dengan India, telah terlibat tiga kali peperangan dengan negara rivalnya itu sejak merdeka pada 1947.

Dua dari tiga perang itu pecah karena perebutan wilayah Kashmir, yang kini masing-masing menguasai sebagian wilayah tersebut.

Situasi di wilayah Kashmir yang dikuasai India telah bergejolak sejak awal Agustus lalu, menyusul keputusan pemerintah New Delhi untuk menghapus status otonomi khusus kawasan itu dan menjadikannya sama dengan negara bagian India lainnya.

Otoritas India telah memberlakukan penguncian, memutus layanan komunikasi termasuk internet, dan memberlakukan jam malam di kawasan Kashmir untuk mencegah aksi kekerasan oleh penduduk setempat.

Ribuan orang diyakini telah ditangkap dalam beberapa pekan terakhir oleh otoritas berwenang India, sementara pasukan tambahan telah dikerahkan untuk memperkuat 500.000 tentara yang sudah lebih dulu ditempatkan di Kashmir.

Tindakan keras yang dilakukan otoritas India juga telah menyebarkan ketakutan di kalangan warga Kashmir di Pakistan terhadap nasib kerabatnya di wilayah yang dikuasai India.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved