Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Berita Budaya

Penyair Subhan Mengaku "GAM Asli" Kini Menulis Puisi di Padang Panjang

Namanya Muhammad Subhan. Penyair dan pegiat literasi di Padang Panjang Sumatera Barat.....

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Penyair Muhammad Subhan. 

Ia sekarang mengembangkan budaya literasi di Padang Panjang. Ia seorang motivator kepenulisan dan pendiri serta Ketua Umum Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Ia menulis cerpen, puisi, esai, dan artikel di sejumlah media massa, di antaranya Serambi Indonesia (Banda Aceh), Waspada (Medan), Haluan, Singgalang, Padang Ekspres, Koran Padang, Metro Andalas (Padang), Rakyat Sumbar (Bukittinggi), Riau Pos (Pekanbaru), Majalah Sastra Horison, Sabili, Media Indonesia (Jakarta), Kaltim Post (Banjarmasin), Harian Fajar (Makassar) dan lainnya.

Muhammad Subhan juga sering diundang menjadi juri dalam lomba-lomba kepenulisan tingkat lokal dan nasional serta tampil sebagai pembicara di berbagai forum dan pelatihan/seminar tentang kepenulisan/jurnalistik di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia.

Romi Afriansyah, Bocah Miskin Didera Pembengkakan Jantung di Aceh Barat Meninggal Dunia

Selain itu, ia melakukan perjalanan literasi di sejumlah kota di Indonesia, Kualalumpur, Melaka, Seremban (Malaysia), dan Singapura.

Bersama Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang ia menggagas terbentuknya Forum Pegiat Literasi (FPL) Padang Panjang yang mengumpulkan pegiat dan relawan literasi serta menggagas

“Padang Panjang Kota Literasi”. Cita-cita itu terwujud bersamaan dengan Temu Penyair Asia Tenggara dan Pemecahan Rekor MURI Penulisan Puisi Terbanyak Tentang Bahaya Narkoba sebagai salah satu gerakan literasi Kota Padang Panjang pada 3-6 Mei 2018.

Sebagai orang Aceh, Subhan juga menjabat Penasihat Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh (IPMA) Padangpanjang (2011-sekarang).

Melahirkan dua karya novel, 'Rumah di Tengah Sawah" (2015), lolos kurasi dari 913 karya yang terpilih mengikuti Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2017, di Ubud, Bali, serta "Rinai Kabut Singgalang' (2011), telah ditulis sebagai bahan skripsi puluhan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Karya lainnya berupa puisi, "Ular dalam Diri" (manuskrip, proses terbit), "Kota di Selembar Kuarto" (2016) dan "Sajak-sajak Dibuang Sayang" (2014), serta buku cerita pendek "Bensin di Kepala Bapak" (2016).(*)

Mau Dilantik Jadi Anggota DPRD, Driver Ojek Online ini Malah Diusir: Saya Pakai Jaket dan Helm Grab

DPRA Adakan Pertemuan dengan Kemendagri, Iskandar Usman Al Farlaky: Hanya Konsultasi Biasa

VIRAL Emak-emak Rebutan Rendang di Pesta Hajatan, Tamu Lain sampai Tak Berkutik

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved