Dokter Mangkir

Dokter Spesialis di Pijay tak Masuk Dinas Sembilan Bulan, Ini Ancaman Sanksi dari Pemkab

Dari pemanggilan ini akan terungkap keterangan untuk menggali secara akurat terlebih dahulu.

Dokter Spesialis di Pijay tak Masuk Dinas Sembilan Bulan, Ini Ancaman Sanksi dari Pemkab
SERAMBINEWS.COM /IDRIS ISMAIL
Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi (dua dari kiri), Koordinator Smile Train Wilayah Aceh, Rahmad Maulizar (kiri) dan Direktur RSU Pijay, Fajriman SpS MSi MEd (kanan), bersama salah satu pasien operasi bibir sumbing di RSU Pijay, Minggu (16/6/2019). 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM MEUREUDU - Satu dokter spesialis patologi yang bertugas di laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya dr Rani Marlina diketahui selama sembilan bulan terakhir mangkir dari dinas.

Dalam rentang waktu tersebut ia masih aktif menerima gaji meski tak memasuki jam dinas.

Sekretaris Daerah Pijay, Drs H Abd Rahman Puteh SE MM kepada Serambinews.com, Rabu (18/9/2019) mengatakan pihaknya dalam waktu dekat seger memanggil Direktur RSUD setempat, dr Fajriman SpS MKes untuk memberi keterangan penyebab dr RM yang tidak masuk kerja

"Jika memang tidak memiliki alasan akurat atau tidak jelas dan tak dapat ditolerir secara aturan maka yang bersangkutan bisa di berikan sanksi tegas berupa pemecatan," ujarnya.

Baca: Edaran Terbaru Wali Kota Lhokseumawe saat Azan, Rapat Harus Dihentikan dan Wajib Shalat Berjamaah

Baca: Demo STAIN Meulaboh, Forkopimda Masih Bahas Soal Penggunaan Gedung Baru

Baca: Korupsi Dana Desa Selama Empat Tahun, Mantan Keuchik dan Dua Perangkat Gampong Jadi Tersangka

Dari pemanggilan ini akan terungkap keterangan untuk menggali secara akurat terlebih dahulu.

Termasuk di antaranya apakah selama ini telah dilakukan peneguran secara tertulis berupa Surat Peringatan (SP) serta peringatan secara lisan serta hal-hal lainnya.

Direktur RSUD Pidie Jaya, dr Fajriman SpS MKes kepada Serambinews.com, Rabu (18/9) secara terpisah mengatakan, pihak manajemen RSUD telah mengeluarkan SP kepada yang bersangkutan.

"Malahan dua hari sebelumnya telah kami persiapkan SP kedua untuk dieruskan kepadanya (dr Reni Melarlina)," jelasnya.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved