Minggu, 10 Mei 2026

Jutaan Data Pribadi Penumpang Malindo & Batik Air Bocor, Alamat Rumah hingga Nomor HP Dijual Hacker

Menurut Chandran Rama Muthy, pihaknya tengah menyelidiki kasus ini dan telah menghubungi Komisi Multimedia dan Komunikasi Malaysia (MCMC).

Tayang:
Editor: Amirullah
south china morning post
Malindo Air, maskapai Malaysia yang merupakan anak perusahaan Lion Air Indonesia. Data jutaan penumpangnya disebut dibobol hacker dan dijual ke publik. 

Jutaan Data Pribadi Penumpang Malindo & Batik Air Bocor, Alamat Rumah hingga Nomor HP Dijual Hacker

SERAMBINEWS.COM - Malindo Air, maskapai yang berada di bawah naungan Lion Group Indonesia, mengalami kebocoran data jutaan penumpang mereka.

Adapun data tersebut meliputi data pribadi dari penumpang Malindo, termasuk data paspor, alamat rumah, sampai nomor ponsel.

Dilansir South China Morning Post, CEO Malindo Air, Chandran Rama Muthy mengonfirmasi kabar ini.

Menurut Chandran Rama Muthy, pihaknya tengah menyelidiki kasus ini dan telah menghubungi Komisi Multimedia dan Komunikasi Malaysia (MCMC).

"Kami mengetahui ada kebocoran pada pekan lalu. Kami dan pihak ketiga yang kami tunjuk, sampai sekarang masih memeriksa hal ini, dan secepatnya kami akan kabari perkembangannya," ujar Chandran, dikutip dari scmp.com.

Baca: Buat Kamu Remaja Aceh, Ayo Ikuti Pemilihan Putera Puteri Nusantara Indonesia 2019

Baca: Berawal dari Minta Dipijat, Suami Artis Ini Ketahuan Berselingkuh dengan Ibu Mertua

Baca: Fatima Bocah SD 10 Tahun Dipaksa Nikah dengan Sepupu Pria 22 Tahun, Dibeli dengan Mahar Rp 125 Juta

"Kami akan memberi petunjuk pada penumpang setelah penyelidikan tuntas," ujar Chandran.

Dari wawancaranya bersama SCMP, Chandran mengaku belum tahu berapa persisnya data penumpang yang bocor.

Chandran mengatakan, Malindo Air akan menyewa perusahaan cybersecurity untuk melakukan forensik soal penyebab kebocoran data.

"Ini tindak pelanggaran yang serius," ujar Chandran.

Awalnya, file data penumpang Thai Lion Air dan Malindo Air, diunggah di Amazon, sebuah cloud yang bisa diakses oleh publik.

File berjudul “Passenger Details” dan “Passengers” itu, berisi data-data penumpang yang semestinya bersifat pribadi.

Adapun data itu adalah nama lengkap, alamat rumah, email, tanggal lahir, nomor ponsel, nomor paspor, dan tanggal kadaluwarsa paspor.

Baca: Film The Santri Tuai Protes, Menantu Habieb Rizieq: Tak Cerminkan Ahlak Santri

Baca: Kemendagri tak Bisa Tunjuk Bukti, Terkait Surat Pembatalan Qanun Nomor 3 Tahun 2013

Ada empat file, masing-masing 2 milik Malindo, dan 2 lagi milik Thai Lion Air, diunggah oleh seseorang dengan nama kode 'Spectre'.

Spectre ini dikenal mengoperasikan situs darkweb, yang banyak merilis data-data bocor hasil dari aktivitas hack di sebuah database.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved