Rabu, 13 Mei 2026

Terpapar Asap Karhutla di Riau, Bayi Berusia Tiga Hari Meninggal Dunia

Bayi malang tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Syafira Pekanbaru.

Tayang:
Editor: Amirullah
(Istimewa/kompas.com)
Tangkapan layar video kebakaran hutan dan lahan di Jalan Pelang-Tumbang Titi, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, hingga Minggu (18/8/2019) malam. 

Terpapar Asap Karhutla di Riau, Bayi Berusia Tiga Hari Meninggal Dunia

SERAMBINEWS.COM, PEKANBARU - Seorang bayi berusia tiga hari meninggal dunia diduga akibat terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

Bayi malang tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Syafira Pekanbaru.

Menurut ayah bayi Evan Zebdrato anaknya sempat mengalami sesak napas, batuk-batuk dan demam tinggi.

"Pada hari kedua setelah kelahiran, anak saya mengalami batuk-batuk dan juga sesak napas langsung saya ke bidan dan bidan memberikan obat. Setelah pulang dari bidan tiba-tiba demam tinggi," ujar Evan.

Hari Rabu (18/9/2019) demam bayi yang belum sempat diberi nama ini tidak turun dan bibir bayi mulai menghitam.

"Istri saya terkejut ketika istri saya bilang bibir anak saya menghitam dan panasnya makin tinggi, malam itu juga saya langsung bawa ke RS Syafira, namun dalam perjalanan bayi saya tidak tertolong lagi namun bayi diperiksa dokter RS Syafira," jelas Evan.

Ditambahkan dokter sempat memeriksa bayi dan mengatakan bayi terkena virus akibat asap.

"Rencananya siang nanti sekitar pukul 1 siang akan dikebumikan di Binjai Kecamatan Tenayan Raya," kata Evan.

Baca: Seorang Pria Penggal Kepala Anak SD, Ini Kronologi Lengkapnya: Pelaku Pernah Bunuh Kakak Kandung

Baca: Siapakah Sukanto Tanoto? Konglomerat yang Disebut Kuasai Lahan di Kawasan Calon Ibu Kota Baru RI

Baca: Pria Beristri Sekap Santriwati Aceh Utara di Sebuah Rumah, Usai Ancam Sebarkan Foto Ini

Anak Sulung Nuri Meninggal karena Terpapar Asap

Anak sulung Nuri meninggal karena terpapar asap, korban asap Karhutla di Riau dan kabut asap di Riau.

Air mata Nuri Andre Labamba ibu rumah tangga asal Rumbai Pekanbaru terus mengucur tidak bisa menahan kesedihan saat kehilangan anaknya Akbar Assyfa (3) yang meninggal 2011 lalu akibat terpapar asap.

Seakan menjadi trauma yang hebat dalam hidupnya ketika bencana asap kembali berulang di Riau.

Tidak hanya kehilangan anak akibat bencana asap, Nuri Andre Labamba juga saat ini menderita asma berkepanjangan.

Penyebabnya adalah karena terpapar asap beberapa tahun lalu, sampai sekarang Asma yang diderita oleh Nuri tak kunjung sembuh.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved