Kamis, 14 Mei 2026

Terpapar Asap Karhutla di Riau, Bayi Berusia Tiga Hari Meninggal Dunia

Bayi malang tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Syafira Pekanbaru.

Tayang:
Editor: Amirullah
(Istimewa/kompas.com)
Tangkapan layar video kebakaran hutan dan lahan di Jalan Pelang-Tumbang Titi, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, hingga Minggu (18/8/2019) malam. 

"Tiga bulan di rawat di RS di Pekanbaru, delapan bulan di rumah pakai oksigen terus di hidungnya, karena kalau nggak pakai oksigen dia langsung sesak," ingatnya.

Puncaknya Nuri bersama suami memutuskan untuk merujuk sang anak ke RSCM Jakarta dan sempat menjalani perawatan disana, namun usaha Nuri tidak menuai hasil dengan kesehatan sang anak.

Anaknya akhirnya meninggal pada tahun 2011 dengan kondisi yang sudah kurus, dari hasil pemeriksaan di RSCM paru-paru buah hatinya mengalami kerusakan parah akibat paparan asap akibat Karhutla di Riau.

"Saya nggak mau kehilangan anak lagi gara-gara asap," ujarnya bercerita sambil mencucurkan air mata.

Untuk itulah Nuri bersama anaknya yang paling bungsu tetap akan bertahan di posko pengungsian untuk menghindari paparan asap yang mengancam kehidupan mereka.

Kepada seluruh masyarakat di Riau, Nuri mengingatkan agar tidak menganggap sepele dampak asap terhadap anak, karena meskipun tidak saat ini, dampak jangka panjang juga akan dialami anak-anak sebagai generasi penerus.

"Cukup anak saya yang jadi korban, jangan sampai anak-anak lain juga ikut jadi korban asap," ucapnya sedih.

Penjelasan Ilmiah BAHAYA Asap Bagi Ibu Hamil dan Janin

Penjelasan ilmiah bahaya asap bagi ibu hamil dan janin, ibu hamil terpapar asap karhutla bisa menyebabkan kematian janin, pingsan hingga infeksi rahim.

Seorang ibu hamil, Susi kepada Tribunpekanbaru.com mengaku, janinnya sempat tidak bergerak dalam perut, ini menunjukkan bahaya kabut asap bagi ibu hamil, ibu hamil korban asap dalam bencana kabut asap di Riau.

Korban terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Riau terus berjatuhan, terutama ibu hamil, anak-anak dan lanjut usia karena mereka ini sangat rentan terpapar asap tersebut, bahkan ada ibu hamil yang pingsan karena terpapar asap hasil pembakaran hutan.

Sejumlah posko pengungsian dan rumah singgah juga dipenuhi masyarakat untuk mencari perlindungan.

Seperti halnya Susi warga Jalan Kartika Rumbai Kota Pekanbaru ini, ia sedang mengandung 36 Minggu untuk anak pertamanya, saat ini ia sedang berlindung di posko pengungsian yang didirikan DPW PKS di Pekanbaru.

Ia dilarikan Senin (16/9) malam ke posko pengungsian tersebut karena sudah mulai sesak di rumahnya akibat asap yang juga menyelimuti ruangan di dalam rumahnya tersebut.

Susi yang sedang mengandung juga khawatir akan keselamatan sang buah hatinya, karena sejak sesak nafas itu, bayi di dalam kandungannya sempat berhenti bergerak dari yang semula sangat aktif.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved