Mihrab

Masjidil Aqsha, Kebesaran Rasulullah di Muka Bumi  

Tergetar hati ketika menatap bekas telapak kaki Rasulullah di bukit batu dalam kawasan Masjidil Aqsha. Bekas telapak kaki itu, konon tempat pijakan

Masjidil Aqsha, Kebesaran Rasulullah di Muka Bumi   
DOK/RITA KAHAR
Suasana di Masjidil Aqsha pekan ini.

YERUSALEM - Tergetar hati ketika menatap bekas telapak kaki Rasulullah di bukit batu dalam kawasan Masjidil Aqsha. Bekas telapak kaki itu, konon tempat pijakan Rasulullah ketika hendak terbang naik ke langit.

Itulah suatu titik di bumi yang menyimpan misteri besar bagi umat manusia.

Saya, beserta teman-teman tak kuasa menahan tetes air mata, mengenang peristiwa ribuan tahun yang lalu itu. Sebegitu lama peristiwa itu menjadi misteri bagi umat manusia. Betapa muskilnya mukjizat kenabian yang diberikan Allah kepada Baginda Muhammad, rasul penghulu alam: naik ke langit bertemu dengan Allah.

Sungguh luar biasa. Gambaran peristiwa itu melintas di hadapan saya dan teman-teman, persis ketika kami berada di Al-Shakhra, dalam kompleks Masjidil Aqsha, Yerussalem, pekan ini. Al-Shakhra, adalah sebuah bangunan berbentuk masjid dalam kompleks Masjidil Aqsha.

Konon bangunan itu dibangun semasa Khalifah Umar Bin Khatab, pada tahun ke-15 Hijriah. Sebuah bangunan yang khusus dibangun untuk melindungi bukit di mana terdapat bekas telapak kaki Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Agaknya, Al-Shakhra menjadi bagian tepenting dari Masjidil Aqsha, yang menyimpan ritual Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW ketika naik ke langit, dalam waktu satu malam. Di sinilah, sejenak setelah tiba dari Masjidil Haram, Nabi segera naik ke bukit, di mana Buraq sudah menanti. Lalu, nabi melompat ke punggung Buraq.

Lantas, serta-merta si kuda terbang itu membentangkan sayapnya yang lebar. Maka dalam hitungan kedipan mata, dimulailah perjalanan ilahiyah itu, sang Buraq melesat ke cakrawala menembus langit ke-7, sampai ke sidratulmuntaha.

Sunggguh, saya tersentak dari kontemplasi itu. Betapa peristiwa maha akbar itu telah mengubah perilaku umat manusia di dunia. Berkat tuntunan Rasulullah, umat manusia telah berada di jalan yang lurus.

Saya menyeka tetesan air mata merenungkan itu semua. Saya bersyukur, bahwa saya bisa berada di tempat suci itu, berdoa dan berselawat untuk Rasulullah.

Tak Gampang Menerobos Israel

Rangkaian perjalanan ke Masjidil Aqsha ini, merupakan wujud wisata spiritual dari warga Dharmawanita Kementerian PAN/RB. Tujuan utama memang ke Masjidil Aqsha. Kami berangkat dari Jakarta melalui Kairo sejak pekan lalu.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved