Berita Blangkejeren

Stok Oksigen Puskesmas Blangkejeren Kosong, Keluarga Pasien Ini Terpaksa Lari Selamatkan Bayinya

Namun kali ini Puskesmas Perawatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues (Galus) dilaporkan mengalami kekosongan oksigen.

Stok Oksigen Puskesmas Blangkejeren Kosong, Keluarga Pasien Ini Terpaksa Lari Selamatkan Bayinya
ILUSTRASI - Pekerja mengisi ulang tabung oksigen di kawasan Gampong Pango Raya, Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (8/2). Permintaan tabung oksigen di tempat pelayanan medis meningkat sejak berlakunya pelayanan kesehatan gratis. SERAMBI/BUDI FATRIA 

Namun kali ini Puskesmas Perawatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues (Galus) dilaporkan mengalami kekosongan oksigen.

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM,BLANGKEJEREN- Stok oksigen di Puskesmas Perawatan Blangkejeren kosong. Seharusnya Puskesmas stanby 24 jam tidak sampai sarana alat kesehatan untuk pelayanan pasien macet.

Namun kali ini Puskesmas Perawatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues (Galus) dilaporkan mengalami kekosongan oksigen.

Pantauan Serambinews.com, Sabtu (21/9/2019), satu warga dan pasien yang sedang darurat dan kritis membutuhkan pertolongan terpaksa mencari pelayanan kesehatan lain.

Pasalnya,  keluarga pasien  terpaksa harus berlari ke tempat lain untuk mendapatkan oksigen, setelah pihak Puskesmas Perawatan Blangkejeren menolak pasien dengan menyebutkan tidak ada oksigen.

Baca: Diguyur Hujan belum Padamkan Karhutla di Aceh Barat, Asap Masih Mengepul, BPBD Upayakan Pemadaman

Baca: Polres Aceh Timur Imbau Masyarakat Tenang, dan tak Mudah Terprovokasi Pasca Peristiwa Penembakan KKB

Baca: Komentari Polemik RKUHP, Hotman Paris Beri Peringatan ke Jokowi: Bagaimana dengan Kawin Siri?

"Pasien yang masih berumur sekitar 7 bulan itu terpaksa dibawa lari oleh orang tuanya dari Puskesmas Perawatan Blangkejeren tersebut, setelah petugas dipuskesmas itu menyebutkan kalau oksigen di Puskesmas lagi kosong dan tidak tersedia," sebut Aminah keluarga pasien kepada Serambinews.com, Sabtu (21/9).

Keluarga pasien itu dengan nada kecewa mengaku, di puskesmas Blangkejeren sedang tidak tersedia oksigen, sehingga pasien yang tergolong kritis dan darurat yang masih bayi itu terpaksa dilarikan ke tempat lain.

"Pasien yang masih bayi itu sudah sangat lemas saat dibawa  oleh ibu dan bapaknya  ke puskesmas tersebut setelah sesak nafas sebelumnya.

Namun sangat disayangkan pihak puskesmas langsung menolak pasien dengan alasan, tidak ada oksigen dan lagi kosong, jadi bawa saja ke rumah sakit," sebutnya.

Namun sejauh ini belum ada keterangan pihak puskesmas terkait persoalan kekosongan oksigen itu. (*)

Penulis: Rasidan
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved