Kisah Inspiratif

Manfaatkan Libur, Sekda Aceh Singkil Pelihara Ayam Petelur

Hasilnya cukup lumayan, sehari bisa mengumpulkan sekitar 1.200 telur yang dijualnya Rp 1.000 per butir. Uangnya bisa membiayai kuliah anaknya

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi, kumpulkan telur ayam peliharaannya, Senin (16/9/2020) 

 Hasilnya cukup lumayan, sehari bisa mengumpulkan sekitar 1.200 telur yang dijualnya Rp 1.000 per butir. Uangnya bisa membiayai kuliah anaknya

  

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Sore itu jam dinas PNS di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, baru saja usai.

Sebelum ke luar ruangan, Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi memastikan tak ada lagi agenda pemerintahan di luar jam dinas yang harus dihadirinya kepada sang ajudan. 

Setelah itu barulah pulang ke rumah dinas yang terletak di belakang kantor bupati, di Pulo Sarok, Singkil.

Kurang dari 30 menit pria berkulit putih itu, sudah ke luar rumah. Kali ini tidak mengenakan seragam PNS. Tapi mengenakan topi putih, kaos abu-abu, celana hitam dan sendal jepit.

Kemudian berangkat ke rumah pribadinya di pinggir jalan menuju perumahan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berjarak sekitar 10 menit berkendaraan.

Rumah kayu berukuran 12x20 meter milik Sekda itu jauh dari tetangga. Bagian belakangnya telah dirombak jadi kandang ayam petelur. Sementara di ruang depan merupakan tempat penyimpanan pakan dan telur.

Di rumah itu Sekda manfaatkan waktu senggangnya memelihara ayam petelur. Dibantu dua orang perkerja, pembina PNS di jajaran Pemkab Aceh Singkil, ini memelihara sekitar 1.500 ayam petelur.

“Pulang kantor dan libur kalau tidak ada agenda, ke sini mengurus ayam,” kata Sekda Drs Azmi.

Hasilnya cukup lumayan, sehari bisa mengumpulkan sekitar 1.200 telur yang dijualnya Rp 1.000 per butir. Uangnya bisa membiayai kuliah serta sekolah anaknya.

Baca: Video - Kafilah 23 Kabupaten/Kota Meriahkan Pawai Taaruf MTQ Aceh di Pidie

Bukan semata mencari untung, Sekda memilihara ayam petelur agar dapat menciptakan lapangan kerja. Minimal bagi dua orang warga yang selama ini membantu mengurus ayam peliharannya.

Lebih dari itu, agar ditiru masyarakat jika ada kemauan berusaha, maka rezeki dengan sendirinya datang. “Cukup menguntungkan, kalau ada kemauan pasti berhasil,” ujarnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved