Breaking News:

Berita Subulussalam

Ini Harga TBS Kelapa Sawit di Aceh Periode Minggu Ke 3 September-Oktober

Penetapan harga TBS ini untuk periode pekan ketiga September sampai Oktober mendatang

(SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN)
PARA petani sedang menumpuk hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit untuk dijual ke pengepul. Foto direkam pekan lalu. 

Laporan  Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Pemerintah Aceh melalui tim penetapan harga kembali menetapkan  Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit untuk seluruh Kabupaten/Kota.

Penetapan harga TBS ini untuk periode pekan ketiga September sampai Oktober mendatang.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, Subangun Berutu kepada Serambinews.com, Senin (23/9/2019) mengatakan sesuai pengumuman tersebut, harga TBS kelapa sawit untuk wilayah Pantai Barat Aceh Sebesar Rp 1.225 per kilogram minimal umur tanaman 7 tahun.

Harga ini, kata Subangun berlaku selama dua pekan.”Sudah naik lagi harga TBS yang ditetapkan pemerintah,” ujar Subangun.

Baca: Taufik Ditemukan Linglung di Paya Lipah, Sempat tak Diketahui Identitasnya, Begini Kondisi Terakhir

Penetapan harga TBS itu diputuskan dalam rapat perdana tim penetapan harga TBS Aceh yang digelar, Kamis (19/9/2019) lalu di Aula Unit II Distanbun Aceh.

Harga ini, lanjut Subangun untuk tingkat Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) seluruh kabupaten/kota di Aceh.

“Alhamdulillah, sekarang ada kenaikan lagi harga TBS sebagaimana ditetapkan  tim penetapan harga Aceh, jadi dengan ketetapan ini akan menjaga stabilitas harga TBS kelapa sawit,” kata Subangun

Baca: Petugas Satlantas Polres Gayo Lues Anjangsana ke Rumah Korban Kecelakaan dan Warga Miskin

Netap menambahkan, saat ini harga TBS di tingkat pabrik di Kota Subulussalam hanya berkisar Rp 1.120-1.230 per kilogram. 

Subangun berharap agar harga TBS terus meroket hingga di atas Rp 1.500 per kilogram. Subangun juga meminta pihak pabrik agar mengikuti harga yang telah ditetapkan tim tersebut.

Harga itu sendiri menurut Subangun akan dievaluasi dan kembali diperbarui jika perlu setiap dua pekan.

Jika ada pabrik yang masih membangkang tidak mengikuti harga yang ditetapkan tim pemerintah setempat diminta memberikan sanksi.

Baca: Nelayan Abdya Beraktvitas Dalam Kabut Asap Semakin Pekat, Jarak 3 Mil Darat Tak Terlihat Lagi

”Bila perlu pabrik yang tidak patuh itu cabut saja izinnya, karena tidak mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah.

Selama ini harga ditetapkan sepihak oleh pabrik tapi sekarang sudah ada tim jadi tidak bisa main sesuka hati dan ini bukan sekadar formalitas tapi harus dipatuhi,” tegas Subangun yang akrab disapa Akeng. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved