Sabtu, 25 April 2026

Berita Bisnis

Kebutuhan Telur Aceh 1,2 Miliar Butir Per Tahun, Sebagian Besar Dipasok dari Medan

Provinsi Aceh membutuhkan telur ayam negeri tiap tahun 1,2 miliar butir atau 100 juta butir per bulan.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Yusmadi
For Serambinews.com
Alfakri, pengusaha pemasok ayam untuk Banda Aceh dan Aceh Besar. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Provinsi Aceh membutuhkan telur ayam negeri tiap tahun 1,2 miliar butir atau 100 juta butir per bulan.

Dari kebutuhan itu, hanya sebahagian kecil yang mampu dipenuhi oleh usaha telur lokal, selebihnya dipasok dari Medan, Sumatera Utara.

Ini disampaikan oleh Alfakri, pengusaha pemasok telur untuk Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya, di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

"Kebutuhan telur di Aceh sangat tinggi. Tapi herannya, kita tidak punya usaha ayam petelur yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Semuanya dipasok dari Sumatera Utara. Ini yang agak ganjil bagi saya," kata Alfakri yang sedang berada di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta.

Menurut Alfakri, seandainya masing-masing kepala keluarga mengusahakan 1.000 ekor ayam petelur saja, hasilnya per bulan Rp 6 juta.

"Setahu saya di Sumatera Barat polanya begitu, sehingga kebutuhan telur lokal bisa mereka penuhi sendiri," ujar Alfakri.

Baca: Manfaatkan Libur, Sekda Aceh Singkil Pelihara Ayam Petelur

Baca: VIDEO - Mantan Kuli Bangunan Ini Sukses Budidaya Ayam Petelur Beromset Rp 60 Juta Per Bulan

Baca: Belum Pernah Lihat Telur Bertangkai? Ternyata Ada di Aceh Selatan, Ini Penampakannya

Selain telur, Aceh juga menggantungkan pasokan ayam potong dari Medan. Rerata per bulan kebutuhan ayam untuk Banda Aceh dan Aceh Besar mencapai 40 ribu ekor per hari.

Padahal kalau diusahakan sendiri, bisnisnya sangat menggiurkan. Harga bibit ayak Rp 8 ribu per ekor, sementara ongkos produksi hanya Rp 4 ribu per ekor.

Ia mengharapkan Pemerintah Aceh ikut memainkan peran dalam pembinaan usaha ayam petelor dan ayam potong.

"Bisa melalui koperasi dan membina kelompok-kelompok masyarakat. Lahan di Aceh lebih dari cukup untuk usaha ayam petelur dan ayam potong," ujar Alfakri.

Sementara itu, Haji Ramli, seorang pedagang grosir telur di Pasar Peunayong, Banda Aceh mengatakan, saat ini harga jual telur di tingkat distributor atau penyalurnya Rp 390.000 per ikat (300 butir) atau Rp 1.300/butir.

Namun, kata Ramli, harga tersebut sudah lebih murah dibanding harga pekan kemarin yang mencapai Rp 405.000-Rp 410.000/ikat.

Baca: Terekam Kamera dan Viral, 5 Polisi yang Aniaya Mahasiswa dalam Demo di Medan Sudah Diamankan

Baca: Polsek Ranto Peureulak Amankan Penjual Narkoba Berjarak 3 Kilometer dari Mapolsek

Baca: Rektor IPDN Tinjau Lokasi Pembangunan Kampus IPDN di Aceh Besar, Ini Titik Lokasinya

Dia mengatakan, harga telur ayam ras di Aceh akan selalu tinggi, pasalnya, di Aceh belum tumbuh industri peternakan ayam petelur.

Ramli menjelaskan, tingginya permintaan telur di Aceh karena memang kebutuhan telur di masyarakat cukup tinggi.

Mulai dari rumah tangga, warung, hingga restoran dan industri pembuatan kue.

Menurut Ramli, berdasarkan informasi dari Dinas Peternakan Aceh, di wilayah Tanah Rencong baru ada dua industri pengembangan ayam petelur berskala besar, yaitu di Saree dan Blangbintang, Aceh Besar.

Di Saree jumlah ayam petelur yang dikembangkan sebanyak 25.000 ekor, sedangkan di Blangbintang mencapai 75.000 ekor. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved