Kesehatan
Obat Asam Lambung Ranitidine Disebut Mengandung Zat Penyebab Kanker, Begini Respon BPOM
Melalui situs resmi FDA, Ranitidine disebut mengandung pengotor nitrosamine yang dikenal dengan N-nitrosodimethylamine (NDMA) pada kadar rendah.
Rita menyebutkan, NDMA merupakan golongan nitrosamine yang terbentuk secara alami yang dapat men-trigger kanker jika digunakan dalam jumlah yang besar.
Batas aman nitrosamine yang menyebabkan kanker adalah sebesar 96 nanogram.
“Dalam batas normal, nitrosamine akan menyebabkan kanker kalau digunakan terus menerus selama 70 tahun," kata Endang.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terkait informasi bahwa Ranitidine tercemar NDMA.
Bagi mereka yang tidak ingin atau ingin menghentikan penggunaan Ranitidine, disarankan untuk berkonsultasi kepada tenaga ahli untuk mendapatkan obat alternatif yang sesuai.
Ranitidine merupakan obat golongan Histamine-2 (H2) blockers yang bekerja menghambat reseptor histamin di lambung dan mengurangi produksi asam lambung.
Ranitidine umumnya digunakan untuk pengobatan dan pencegahan kondisi yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung seperti gastritis ulkus peptikum.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Obat Asam Lambung Ranitidine Disebut Tercemar Zat Penyebab Kanker, Ini Tanggapan BPOM"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/llustrasi-obat-obatan.jpg)