Rusuh di Papua
Update Kondisi Papua Hari Ini, Korban Tewas Jadi 32 Orang, Satu Diantaranya Dokter, 5.000 Mengungsi
Hingga Rabu (25/9/2019), total korban meninggal dunia akibat kerusuhan Wamena, Papua tercatat menjadi 32 orang.
Silwanus memastikan seluruh insan kesehatan di Papua akan memberikan penghormatan terakhir kepada dr. Soeko sebelum jenazahnya akan dikembalikan ke pihak keluarga.
"Ini betul-betul menjadi duka untuk dunia kedokteran, lepas dari semua persoalan yang ada, dalam pelayanan kesehatan kita tidak bicara politik, itu norma di dunia kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kita tanpa memandang anda dari golongan mana, yang utama itu keselamatan pasien," ujarnya.
Baca: Terekam Kamera dan Viral, 5 Polisi yang Aniaya Mahasiswa dalam Demo di Medan Sudah Diamankan
Skenarionya, sambung Silwanus, jenazah dr. Soeko ketika tiba di Jayapura akan dibawa dulu ke RS Bhayangkara untuk identifikasi.
"Setalah itu akan ada penghormatan dari semua insan kesehatan yang ada di Papua, kita akan letakan jenazahnya di Dinas Kesehatan dan ketika semua urusan teknis selesai, rencananya kita akan kirim jenazahnya ke keluarganya di Yogya," terangnya.
Kejahatan terhadap pekerja kemanusiaan Informasi mengenai tewasnya dr. Soeko Marsetiyo juga mendapat perhatian khusus dari Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua.
Profesi dr. Soeko sebagai seorang pekerja kemanusiaan seharusnya bisa mendapat perlindungan lebih dari semua pihak.
Karenanya, Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua Fritz Ramandey menganggap tewasnya dr. Soeko saat kerusuhan Wamena sebagai sebuah kejahatan yang tidak biasa.
"Jadi kalau ada kejahatan ditujukan kepada para guru, tenaga medis, ini kejahatan terhadap pekerja kemanusiaan karenanya ini kategorikan kejahatan terhadap pekerja kemanusiaan," tuturnya.
Dari sedikitnya jumlah pekerja kemanusiaan yang dengan suka rela meminta bertugas di wilayah pedalaman, maka tewasnya dr. Soeko menjadi duka bagi seluruh masyarakat Papua.
"Sangat sangat disayangkan dan Komnas HAM menyampaikan turut berduka cita," kata Fritz yang saat ini tengah berada di Wamena.
Hingga Rabu (25/9/2019), total korban tewas kerusuhan Wamena sebanyak 32 orang dan 75 luka-luka.
Kemudian 80 kendaraan roda empat, 30 kendaraan roda dua, 150 rumah dan pertokoan, serta 5 perkantoran hangus terbakar.
Saat ini sekitar 5.000 warga Wamena memilih mengungsi di 4 titik pengungsian yang ada.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Dokter Soeko, Bertugas di Pedalaman Papua, Wafat dalam Kerusuhan Wamena"