Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Inspektorat Aceh Tamiang Cium Konspirasi Permainan Alokasi Dana Desa

Inspektorat Kabupaten Aceh Tamiang mencium konspirasi oknum datok penghulu bersama bendahara memainkan Alokasi Dana Desa (ADD).

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Inspektur Aceh Tamiang Asra mengaku mencium konspirasi memainkan ADD. Dia pun mewanti-wanti akan menindak tegas perangkat kampung yang terbukti bersalah. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Inspektorat Kabupaten Aceh Tamiang mencium konspirasi oknum datok penghulu bersama bendahara memainkan Alokasi Dana Desa (ADD).

Hal ini diungkapkan Inspektur Kabupaten Aceh Tamiang, Asra setelah pihaknya memeriksa beberapa sejumlah perangkat kampung terkait penggunan ADD.

Dalam beberapa kasus anggaran ADD 2018 terjadi SiLPA yang mengharuskan perangkat kampung mengembalikannya ke kas daerah.

Namun ada indikasi pengembalian itu sifatnya hanya sementara karena selang beberapa hari kemudian uang yang disetorkan ke rekening kas daerah kembali ditarik oleh oknum datok penghulu dan bendahara.

"Mereka pinjam uang dulu ke seseorang, kemudian disetor ke Bank Aceh. Habis itu besoknya ditarik lagi. Semacam mengakali," kata Asra, Kamis (26/9/2019).

Baca: Aceh Tamiang Galakkan Magrib Mengaji Bagi Pelajar

Baca: Dua Kasus Korupsi Masuk Pemberkasan, Kasus Pengelolaan Benih Kedelai dan Dana Desa

Baca: Minta Keuchik Gunakan Dana Desa Tepat Sasaran, Kajati Aceh: Dana Desa Bukan Hadiah

Diakuinya proses penanganan ADD ini memang tidak sama dengan anggaran lainnya. Karena regulasi ADD hanya meminta uang yang terbukti tidak sesuai alokasi dikembalikan ke kas daerah dengan masa waktu yang sangat lentur.

Makanya sebagai antisipasi, Asra mengaku sudah mewanti-wanti seluruh bendahara kampung tidak sembarangan menyetujui permintaan datok penghulu untuk menarik uang.

"Kalau nantinya penarikan uang itu terbukti tidak ada kegiatan, maka kami akan langsung tindak," tegasnya.

Saat ini Inspektorat Aceh Tamiang sedang memeriksa sejumlah perangkat kampung yang terindikasi menggunakan ADD tidak sesuai alokasi. Bahkan salah satu kampung itu diakuinya belum mengembalikan SiLPA Rp 400 juta. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved