Minggu, 10 Mei 2026

Berita Jakarta

Penyair LK Ara Masuk Penerima Anugerah Kebudayaan dari Dirjen Kebudayaan

"Pada tahun ini penghargaan diberikan kepada 60 penerima dari delapan kategori," kata Nadjamuddin Ramly. Penyair LK Ara, ditetapkan sebagai penerima..

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
LK Ara dalam satu acara baca puisi. 

"Pada tahun ini penghargaan diberikan kepada 60 penerima dari delapan kategori," kata Nadjamuddin Ramly. Penyair LK Ara, ditetapkan sebagai penerima penghargaan kebudayaan untuk kategori pelestari.

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penyair produktif dari Provinsi Aceh, LK Ara ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi, bersama-sama dengan 59 penerima anugerah lainnya dari seluruh Indonesia.

Penghargaan dari Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI itun akan diserahkan dalam satu upacara pada 10 Oktober 2019 di Istora Senaya, Jakarta.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Ritektorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Nadjamuddin Ramly, mengatakan, pemberian penghargaan kebudayaan sebagai bentuk apresiasi kepada perorangan, komunitas, dan pemerintah daerah, yang berperan aktif dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia.

"Pada tahun ini penghargaan diberikan kepada 60 penerima dari delapan kategori," kata Nadjamuddin Ramly.

Baca: Pemerintah Aceh Target 12,25 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2022

Penyair LK Ara, ditetapkan sebagai penerima penghargaan kebudayaan untuk kategori pelestari.

LK Ara merupakan salah seorang penyair terpenting Indonesia, lahir di Takengon pada 12 November 1937.

Telah melahirkan puluhan buku kumpulan puisi, reportase budaya, kritik sastra, menulis cerita rakyat, dokumentator sastra lisan Gayo dan Aceh dan sebagainya.

Baca: Malam ini, Persiraja Vs Sriwijaya, Tiket Mulai Dijual Jelang Magrib

LK. Ara, --singkatan dari Lisik Kati Ara -- berarti cekatan, terampil, kreatif baru ada--- juga penyelenggara kegiatan seni budaya dan seorang pembaca puisi yang andal.

Dari tangannya banyak terbit enslikopedi dan antologi puisi.

Salah satunya yang sangat fenomenal adalah Antologi Sastra Seulawah, yang merangkum khasanah sastra sejak Hamzah Fansuri sampai generasi 90-an. (*)

Baca: Usai Diselimuti Kabut Asap, Cuaca di Pidie Jaya Mulai Normal

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved