Rabu, 6 Mei 2026

Rusuh di Papua

Cerita Rahmatia Selamat Saat Rusuh Wamena, Bersembunyi di Kandang Babi, Rumahnya Dibakar Massa

Rahmatia menceritakan sebelum peristiwa terjadi, dirinya sudah mendengar isu bila di wilayah tempatnya tinggal akan terjadi kerusuhan.

Tayang:
Editor: Amirullah
Antaranews Via Kompas.com
Suasana di Kota Wamena, Papua, pada Senin (23/9/2019). 

Cerita Rahmatia Selamat Saat Rusuh Wamena, Bersembunyi di Kandang Babi, Rumahnya Dibakar Massa

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

SERAMBINEWS.COM, SENTANI - Rahmatia terlihat sedang mendampingi putrinya yang sedang terlelap tidur di Posko Pengungsian Yonif 751/Raider, Distrik Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (1/10/2019).

Ia tidak kuasa menahan tangis ketika mengingat kembali detik-detik diri dan putrinya selamat dari amukan massa di Wamena pada 23 September 2019 lalu.

Rahmatia menceritakan sebelum peristiwa terjadi, dirinya sudah mendengar isu bila di wilayah tempatnya tinggal akan terjadi kerusuhan.

Namun, saat itu Rahmatia mengaku tidak begitu percaya dengan kabar yang beredar tersebut.

"Kemarinnya ada isu-isu tanggal 23 mau kacau. Antara percaya dan tidak kan biasa. Biasanya bilang kacau, tapi tak terjadi. Kalau ada aksi sedikit, (biasanya) langsung bisa dibubarkan," kata Rahmatia saat ditemui TribunnewsBogor.com di lokasi, Selasa (1/10/2019).

Baca: Johnson Panjaitan Sindir Sikap Jokowi saat Bahas Perppu KPK di ILC: Ada Wibawanya Enggak Itu?

Baca: Dua Polisi yang Masuk Masjid Tanpa Lepas Sepatu Ditahan di Ruang Khusus, Keduanya Mulai Disidang

()

Rahmatia sedang mendampingi putrinya yang sedang terlelap tidur di Posko Pengungsian Yonif 751/Raider, Distrik Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (1/10/2019).

Pada 23 September 2019 sekitar pukul 08.00 WIT, Rahmatia mengaku dihubungi pihak sekolah untuk segera menjemput anaknya.

Padahal anaknya belum lama berangkat ke sekolahnya.

Setelah pulang kembali ke rumah, barulah aksi massa yang masif tersebut disadari Rahmatia.

Batu dan panah tiba-tiba berseliweran di area dekat rumahnya yang berlokasi di dekat Simpang Bike, Wamena.

"Pas pulang sekolah, di rumah kita tutup pintu, batu dan panah sudah berjatuhan, kita bisa lari karena belum membakar," kata Rahmatia.

Setelah terdengar teriakan massa 'bakar semuanya' sambil mengamuk, Rahmatia dan anakmya berlari ke belakang rumah kemudian bersembunyi di kandang babi.

Rahmatia mengaku dirinya bersembunyi hampir 6 jam sampai akhirnya aparat menyelamatkannya dan mengevakuasinya ke Kantor Polisi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved