Selasa, 2 Juni 2026

Invest In Aceh

Investasi Nyaman, Ekonomi Tumbuh

"Kita bisa memberikan izin sewa lahan 25 tahun atau 30 tahun (untuk investor), sehingga mereka betul-betul nyaman bekerja."

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
Petugas DPMPTSP Banda Aceh memperlihatkan informasi tentang cara mendaftarkan NIB via OSS di Kantor DPMPTSP Banda Aceh, Selasa (17/9/2019). FOTO/DOKUMEN DPMPTSP BANDA ACEH 

Jonni menambahkan kalau tidak nanti salah-salah seperti menaikkan harga lahan.

Karena orang belum masuk, tiba-tiba dinaikkan harga.

Ini sama juga orang yang akan masuk pindah. Jangan sampai investor keluar dan berinvestasi di daerah lain yang bisa melindungi dan memberi kenyamanan bagi mereka.

"Kita kadang lihat lebih cenderung lahan kosong. Padahal lahan kosong itu rugi kita. Tapi dengan ada investor orang bisa masuk bekerja, berapa perputaran dana di situ. Sekarang ini para investor yang terbanyaknya minatnya di bidang energi di daratan tengah dan barat selatan Aceh. Hampir titik sungai itu sudah masuk," ujarnya.

Untuk Agro industri, kata Jonni, diharapkan hasil-hasil pertanian dan perkebunan Aceh bisa diolah sehingga nilai tambah tidak di Medan.

Termasuk padi saja jangan sampai nilai tambahnya di Medan, begitu panen masuk ke truk bawa ke Sumatera Utara dan dari sana beras premium datang ke Aceh.

Kemudian truk-truk CPO sepnajang jalan tiap malam menuju ke medan hingga jalan rusak. Padahal maunya di olah di sini jadi minyak, mentega dan lainnya.

Jadi dengan ada pengolahan di Aceh nantinya secara otomatis agro-agro lain tumbuh. Sehingga masyarakat pun bisa lebih bersemangat lagi.

"Karena kalau memang agro industri tumbuh, maka masyarakat yang menanam itu semangat dia. Begitu panen ada yang ambil. Harga pun stabil, petani pun kalau panen senyum. Misalnya cabe juga nanti diharapkan ada saus cabai di sini. Kalau kopi alhamdulillah sehat harganya," ujarnya.

Namun, kata Jonni, diharapkan UKM-UKM di Aceh lebih upgrade karena pemerintah siap membantu. Contoh Korea bagaimana mengembangkan UKM-nya menjadi besar, misalnya Samsung yang awalnya kecil, dan oleh pemerintah Korea dibantu, sekarang Samsung mendunia.

"Begitu juga kita nanti, kan ada pengusaha-pengusaha kita membantu, mesin dan bangunan, jadi kita buat produk," ujarnya.

Dikatakan Jonni, sekarang Aceh sudah aman, walaupun cuma nyaman yang belum sepenuhnya. Misalnya, diganggu oleh LSM, ada petisi ini petisi itu, kemudian macam-macam hingga ada masalah tanah, seperti tanah ulayat.

Sekarang tanah apa saja harus ada sertifikat, tanah adat, tanah ulayat harus ada sertifikat. Kalau lepas begitu namanya tanah negara.

"Kalau ada kenyamanan sudah pasti banyak investor yang ingin masuk. Karena kalau tidak ada kenyamanan para investor bisa memilih daerah lain," ujarnya.

Kalau ada investor masuk, dan nyaman, kata Jonni, maka ekonomi rakyat akan meningkat.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved