Kamis, 23 April 2026

Invest In Aceh

Strategi Promosi Aceh Menggaet Investor

"Coba kalau ada industri buat mentega, industri buat sabun, dan lainnya di Aceh, sehingga sawit dari daerah ini tak perlu bawa keluar."

Editor: Mursal Ismail
DPMPTSP Aceh
Kabid Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Aceh, Syarifah Zulfa SE 

Selama ini, kata Syarifah, persepsi sebagian orang melihat investasi itu yang besar-besar baru investasi.
Sebenarnya investasi itu setiap modal yang ditanam, UKM itu juga investasi sebenarnya.

Setiap yang mendapatkan keuntungan yang mempunyai modal, pasti itu investasi.

Mempunyai nilai tambah, jadi setiap barang yang mempunyai nilai tambah dia sudah merupakan investasi.

"Cuma persepsi kita kalau bukan yang besar itu bukan investasi," ujarnya.

Memang, kata Syariaf, untuk berhasilnya suatu investasi banyak kendala.

Tidak hanya di DPMPTSP, karena ini bukan instansi yang eksekusi, banyak instansi teknis terkait lainnya. Misalnya investasi ini sangat tergantung pada lahan.

Kalau dia lahan tidak riil, investor tidak mungkin mau masuk.

Bagaimana kesiapan lahan, status lahan, serta masyarakat menerima atau tidak investasi ini.

"Karena kalau investor yang sudah saja, ada demo sana sini, bisa menghambat investasi lain. Kalau kita sudah sepakat sepaham bahwa kita butuh investasi, mungkin yang salah salah ini tinggal kita perbaiki, bukan kita minta dia keluar. Bukan gampang orang untuk masuk. Orang kita saja yang ada uang bisa perginya dan tidak investasi di tempat sendiri, kalau ada kendala dan konflik. Apalagi orang luar saja yang mau masuk lalu disuruh keluarnya," ujarnya.

Bagusnya, kata Syarifah, kalau memang ada yang salah diperbaiki dan dikomunikasikan.

Sehingga turut mendukung untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Kalau tidak ada dukungan sama saja merusak iklim imvestasi.

"Misalnya ngapain kita investasi di Aceh, yang sudah saja bisa keluar. Ini kan satu iklim yang tak baik untuk investor. Kita berhasil itu harus semua mendukung, eksekutif, legislatif, masyarakat, orang di kampung-kampung dan semuanya," ujarnya.

Dikatakan Syarifah, mungkin butuh sosialiasinya mengajaknya bagaimana, pendekatan perusahaan dengan masyarakat.

Kalau di awal-awal pendekatan dengan masyarakatnya bagus, tenaga kerja terserap, maka akan tercipta iklim yang bagus untuk investasi.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved