Invest In Aceh
Strategi Promosi Aceh Menggaet Investor
"Coba kalau ada industri buat mentega, industri buat sabun, dan lainnya di Aceh, sehingga sawit dari daerah ini tak perlu bawa keluar."
Sekarang sedang digalakkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lhokseumawe.
"Kadang-kadang kita minta media ini jangan terlalu menegatifkan dalam pemberitaan, coba diangkat juga yang positif sehingga kita mudah. Karena media salah satu alat yang sangat berpengaruh dalam informasi yang diberitakan. Karena ini untuk mendukung informasi yang positif melalui media guna iklim investasi yang diharapkan investor," ujarnya.
Karena bagaimana media bisa menciptakan iklim yang kondusif dengan informasi yang tidak seram.
Jangan sampai belum datang untuk berinvestasi, tapi sudah tidak berani begitu membaca berita ini.
Kawasan Ekonomi Khusus yang lebih digalakkan, kalau dilihat dari kawasan lain, termasuk cepat walaupun masalah difasilitasi.
Kemudian Kawasan Ladong yang masuk ada beberapa perusahaan sudah terdaftar.
"Plt Gubernur Aceh juga kita lihat antusias untuk mendukung itu. Beliau mempercepat semua urusan. Kemudian juga kawasan Lampulo. Makanya diajak semua pihak untuk mendukung investasi di Aceh. Karena kalau satu jalan, satu tendang dari belakang, bakal tidak sampai-sampai dan sulit terwujud," ujarnya.
Makanya, kata Syarifah, promosi ini menciptakan bagaimana pemerintah sudah menyiapkan kawasan kemudian regulasi juga.
Kemudian sistem ini baru ada pelayanan perizinan, dimana sistem baru yang terkoneksi secara online dan terintegrasi dengan semua.
Pemerintah pusat mengimplementasikan sistem ini melalui SDM, infrastrukturnya, dan IT-nya.
"Mudah-mudahan ke depan yang menghambat-hambat investasi bisa dipotong dan bisa lancar," ujarnya.
Saat ini, kata Syarifah, Aceh melakukan pengembangan kawasan.
Kawasan itu akan dipromosikan kalau pun ada forum akan dititipkan informasi tentang potensi Aceh kalau tidak bisa hadir langsung.
Karena ingin membangun image bahwa Aceh terbuka untuk investasi dan ini sudah disiapkan untuk disampaikan kepada para investor.
"Ini salah satu langkah cepat untuk mengatasi berbagai masalah sehingga Aceh bisa mendapatkan banyak manfaat dari kehadiran investor," ujarnya.
Dengan dukungan semua pihak, kata Syarifah, investasi ini akan berhasil dan menciptakan image Aceh ini jangan ada "tidak aman".
Kalau diciptakan pelayanan yang baik, image yang positif, yang didukung SDM sehingga tidak menghambat investasi.
"Potensi tanpa SDM dan teknologi tidak ada harganya. Coba kita selama ini bilang banyak sawit, saya banyak ini, tapi kalau tidak diolah menjadi ekonomi riil, kan dia tak bernilai," ujarnya.
Makanya, kata Syarifah, DPMPTSP Aceh, terus mempromosikan potensi investasi di Aceh untuk menarik investor luar.
Sehingga kedatangan mereka ke Tanah Rencong bisa menambah pendapatan, membuka lapangan kerja sehingga ekonomi tumbuh.
"Kita terus promosikan untuk menarik minat investor. Dari dalam pun harus mendukung supaya kondusif sehingga kehadiran investor dapat memberi manfaat bagi masyarakat Aceh," harapnya. (had)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kabid-promosi-penanaman-modal-dpmptsp-aceh-syarifah-zulfa-se.jpg)