Berita Aceh Selatan
1.895 Balita di Aceh Selatan Alami Stunting
Padahal input data baru 50 persen, artinya kemungkinan balita stunting masih bisa bertambah jika input data 100 persen
Penulis: Taufik Zass | Editor: Nur Nihayati
Padahal input data baru 50 persen, artinya kemungkinan balita stunting masih bisa bertambah jika input data 100 persen
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Sesuai data Dinas Kesehatan, dari 21.395 jumlah balita di Aceh Selatan terdapat 1.895 balita yang stunting.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran pada acara deklarasikan Stunting dan Lauching Rumah Gizi yang berlangaung di Alun alun Tapatuan, Kamis (3/10/2019).
"Padahal input data baru 50 persen, artinya kemungkinan balita stunting masih bisa bertambah jika input data 100 persen.
Namun hal itu bisa menurun, jika dilakukan pencegahan percepatan secara menyuluruh," papar Tgk Amran pada acara yang dihadiri Bupati, H Azwir S.Sos, Sekda Aceh Selatan, H Nasjuddin SH MM dan Unsur Forkopimda Aceh Selatan lainnya.
Baca: Aceh Barat Launching Program Masyarakat Sejahtera Gampong Mandiri, Ini Tujuannya
Oleh karena itu, lanjut Wabup Tgk Amran, diimbau kepada para Camat dan Keuchik yang sudah hadir dapat berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk mengetahui berapa jumlah stunting di kecamatan dan desa masing - masing.
"Hal ini bertujuan demi cepatnya penanganan terhadap jumlah stunting yang sudah ditemukan dan dilakukan pencegahan, sehingga tidak ada penambahan stunting di desa-desa dan kecamatan wilayah kerja saudara," pesan Wabup Tgk Amran.
Baca: Kebijakan Pro-Investasi untuk Pembangunan Aceh
Pada kesempatan itu, Wabup Tgk Amran juga mengajak seluruh peserta untuk dapat serius saling mendukung pencegahan stunting ini agar pencegahan stunting ini terwujud ke seluruh pelosok dalam mewujudkan Aceh Selatan bebas stunting.
"Beberapa tantangan pelaksanaan program stunting adalah masih 50 persen input data dari sasaran balita yang ada di Kabupaten Aceh Selatan di aplikasi e-ppgbm (elektronik pencatatan, pelaporan gizi berbasis masyarakat)," paparnya.
Baca: Butuh Satu Poin Lagi, Persiraja 4 vs 1 BaBel United
Oleh karena itu, Wabup Tgk Amran mengharapkan untuk dapat mempercepat input data sehingga Bupati dan Wakil Bupati pun bisa cepat mengambil kebijakan dan rencana tindak lanjut terhadap percepatan pencegahan dan penanganan stunting yang sudah ditemukan.
"Berbicara masalah data, Puskesmas adalah ujung tombak data kesehatan di Aceh Selatan, maka dari itu data yang dihasilkanpun harus sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan.
Sebanyak apapun pekerjaan yang telah dikerjakan jika tidak ada data maka tidak ada bukti hasil dari pekerjaan kita," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/deklarasi-stunting-dan-lauching-rumah-gizi.jpg)