Selasa, 28 April 2026

Berita Politik

Pastikan Tidak Buat Koalisi Baru, PPP: DPRA jangan Ada Blok

Partai politik peraih kursi di DPRA yang tidak bergabung dengan Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) tampaknya sepakat untuk tidak membuat koalisi tandingan

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Yusmadi
IST
Koalisi Mualem Kuasai DPRA. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Partai politik peraih kursi di DPRA yang tidak bergabung dengan Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) tampaknya sepakat untuk tidak membuat koalisi tandingan.

Mereka hanya ingin dewan berjalan alamiah sesuai fungsinya tanpa ada blok.

"Untuk saat ini, Partai Demokrat belum menentukan sikap untuk koalisi," kata Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) Partai Demokrat Aceh, Yunus Ilyas menjawab Serambi, Kamis (3/10/2019).

Ada delapan partai yang berada di luar KAB, selain Partai Demokrat (10 krusi) ada juga Partai Golkar (9 kursi), Partai Persatuan Pembangunan (6 kursi), Partai Kebangkitan Bangsa (3 kursi), dan Partai Daerah Aceh (3 kursi).

Selain itu ada juga Partai NasDem (2 kursi) serta Partai Hanura dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masing-masing satu kursi.

Jika digabung semua partai ada 35 dari 81 kursi DPRA yang berada di luar KAB.

Jika dilihat dari komposisi jumlah kursi, jika satu fraksi beranggotakan enam orang, maka partai di luar KAB hanya bisa membentuk empat fraksi utuh.

Sedangkan Hanura gabung ke Demokrat dan PDIP gabung ke PPP.

Hanya NasDem yang belum jelas.

Sementara partai politik yang bergabung dengan KAB jilid II dibawah pimpinan Ketua DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem ada tujuh partai politik, yang tergabung antara partai lokal dan partai nasional.

Yaitu, Partai Aceh (18 kursi), Partai Gerindra (8 kursi), Partai Nanggroe Aceh (6 kursi), Partai Amanat Nasional (6 kursi), Partai Keadilan Sejahtera (6 kursi), serta Partai SIRA dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) masing-masing 1 kursi.

Saat ini ketujuh partai itu juga sudah membentuk fraksi dengan lima fraksi utuh. Hanya Partai SIRA dan PKPI yang bergabung dengan Fraksi Partai Aceh. Jika dilihat jumlah kursi, maka KAB mendapat 46 kursi di DPRA.

Meskipun koalisi Mualem lebih gemuk di parlemen, tapi partai di luar koalisi tidak ambil pusing.

Mereka tidak ada keinginan membuat koalisi tandingan. "Ga bentuk koalisi lagi," kata Sekretaris DPD Partai Golkar Aceh, Syukri Rahmat.

Baca: Empat Hari Dilantik, Mahasiswa Gayo Serahkan Tiket Pulang Bagi Anggota DPRA Dapil 4, Ini Tuntutannya

Baca: Koalisi Mualem Kuasai DPRA, Ingin Rebut Semua Alat Kelengkapan Dewan

Baca: Kento Momota Akui Ingin Terus Jadi Rival Sengit Anthony Sinisuka Ginting karena Alasan Ini

Begitu juga dengan PPP. Wakil Ketua DPW PPP Aceh, Ihsanuddin MZ menyampaikan PPP tidak terpikir untuk membentuk koalisi baru.

Dia lebih berpikir bagaimana membentuk kebersamaan dan sinergisitas semua elemen dalam membangun Aceh.

"Silaturrahmi dan kebersamaan dalam segala bidang adalah menjadi prinsip kerja PPP di DPRA. DPRA ya itulah DPRA, tidak ada blok dengan multi partai. Makanya PPP tetap berkomitmen tidak adanya koalisi," tegas Ihsanuddin.

Suara yang sama juga disampaikan Sekretaris DPW PKB Aceh, Amrizal dan Sekretaris DPP PDA, Tgk Razuan.

"Untuk saat ini tidak ada pembicaraan ke arah itu, tapi PDA dalam barisan partai pendukung pemerintah itu pasti," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved