Minggu, 26 April 2026

Berita Aceh Barat Daya

Pospera Minta Satpol PP Periksa Izin Sejumlah Hotel di Abdya, Ini Alasannya

Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta pemerintah untuk memeriksa izin sejumlah hotel yang beroperasi di...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Ketua Pospera Abdya, Harmansyah. 

Pospera Minta Satpol PP Periksa Izin Sejumlah Hotel di Abdya, Ini Alasannya

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta pemerintah untuk memeriksa izin sejumlah hotel yang beroperasi di kabupaten setempat.

Hal tersebut menyikapi, banyaknya hotel dan penginapan yang ditemukan pasangan nonmuhrim melakukan pelanggaran syariat Islam.

"Pemeriksaan ini, dilakukan agar hotel yang beroperasi di Abdya, sudah menjalankan sesuai aturan," ujar Ketua Pospera Abdya, Harmansyah.

Karena, Harmansyah mendapatkan informasi, bahwa banyak tempat penginapan di Abdya, tidak memiliki standar operasi, layaknya daerah syariat islam. Bukan itu saja, sejumlah hotel yang beroperasi tidak memberikan pendapatan asli daerah (PAD).

"Kasus penggerebekan janda dan brondong yang wik-wik, baru-baru ini, menandakan bahwa, masih ada 'anggota' mama Ros yang beroperasi di Abdya, sehingga perlu diberantas dan diberikan sanksi tegas," sebutnya.

Polisi Ungkap Penyebab Truk Trado Menabrak Pejalan Kaki dan Seruduk Tiga Rumah, Begini Kronologisnya

Pengunjung Festival Rapai Internasional akan Dipisah Laki-Laki dan Perempuan, Ini Alasannya

Kalahkan Kram Krum, Congkobo Segel Tiket Semifinal Terakhir Pada Turnamen Bolavoli di Lhokseumawe

Meski begitu, Harmansyah mengucapkan terimaksih kepada Satpol PP dan WH, yang sudah berani membongkar, kasus 'prostitusi gelap' di bumo breuh sigupai, mengingat kasus tersebut sudah lama beroperasi, namun tidak pernah ditindak.

Tentu, kami berharap tidak hanya IA saja, satpol PP wajib membongkar hingga tuntas. Apalagi, mama Ros pernah mengakui, ia telah beroperasi lebih dari 4 tahun yang lalu, dan tentu masih ada anak asuhnya yang masih berkeliaran," sebutnya.

Menurutnya, jaringan IA itu wajib dibongkar, guna memastikan apakah pelaku pemain tunggal, atau punya jaringan dan memiliki mama atau bos, seperti kasus sebelumnya.

"Ini penting untuk dibongkar oleh pihak WH, sehingga kepercayaam masyarakat terhadap WH bisa kembali. Bukan itu saja, kedepan WH juga bisa melakukan pencegahan, dan kupu-kupu malam ini bisa diberantas," tegasnya.

Selain itu, Harman juga meminta kepada pihak pemerintah, agar hotel atau penginapan yang secara sengaja, memberikan fasilitas untuk pelaku meusum, haruslah diberikan sanksi tegas, dan izinnya juga harus dicabut.

"Saya menilai ini aneh, pelaku sudah sering ke hotel dengan pasangan yang berbeda, tapi pihak hotek tidak curiga, ini kan mustahil, masyarakat saja tahu, kok mereka tidak tahu, ini aneh," katanya

Harman meminta kepada pengelola hotel, setiap tamu yang menginap dengan lawan jenis, haruslah diminta buku nikah.

"Kami berharap, satpol pp tidak takut membongkar kasus ini, dan harus terbuka, sehingga mereka tidak berani beroperasi di Abdya," pungkasnya.(*)

Rocky Siap Wujudkan Pemerintahan Bersih Tanpa Korupsi

Dewan Aceh Jaya Soroti Jalan Kecamatan Berlumpur

Jalin Kerja Sama dengan BPPT, Pemerintah Aceh Ingin Hilirisasi Jadi Nafas Pembangunan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved