Rampok Rumah Tetangga Demi Bayar Uang Gedung Sekolah Anak, Korban Tawari Mobil Justru Ditolak

Rofii dan istrinya bahkan sempat disekap dan dianiaya di rumahnya yang berada di Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Kolase Surya/Samsul Hadi
Perampok tolak mobil dan BPKB yang ditawarkan korban 

Melansir laman Surya Malang, Sabtu (5/10/2019), berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono pelaku mengikat kedua tangan korban, agar tak berkutik.

Setelah berhasil melumpuhkan korban, kedua pelaku menyiksa dan memaksa korban menunjukkan lokasi penyimpanan uang, dan barang berharga lain.

"Pelaku menganiaya korban agar mau menunjukan tempat penyimpanan harta bendanya. Pelaku juga mengancam korban menggunakan pistol mainan," ungkap Heri.

Korban yang telah tak berdaya akhirnya menyerahkan sejumlah uang tunai, perhiasan emas, dan ATM berisi uang tabungan lengkap dengan pinnya.

Tak hanya itu, korban sempat menawari pelaku mobil beserta BPKP nya, asalkan korban tak dibunuh.

Namun pelaku menolak tawaran korban, lantaran tak bisa menyetir mobil.

"Istri korban malah sempat meminta pelaku membawa semua harta bendanya, termasuk mobil dan BPKB, asalkan korban tidak dibunuh,"

"Tetapi, pelaku tidak mau membawa mobil alasannya tidak bisa menyetir. Pelaku hanya membawa perhiasan, uang tunai, ponsel, dan ATM korban," lanjutnya.

Motif yang mendasari pelaku melakukan tindakan keji tersebut karena sedang butuh uang untuk membayar uang gedung anaknya.

Ditambah lagi, Arif, salah satu pelaku merupakan tetangga korban, dan sudah mengenal korban dengan baik.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved