Benny Wenda Berharap Bisa Bertemu Presiden Jokowi Bahas Papua, Namun Ini Syaratnya

Benny Wenda adalah aktivis separatis asal Papua yang disebut polisi sebagai dalang kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Editor: Faisal Zamzami
RNZI/Korol Hawkins
Tokoh separatisme Papua, Benny Wenda 

"Provokasi Vanuatu telah menghasilkan kerusakan infrastruktur yang merupakan milik rakyat Indonesia."

"Ratusan rumah terbakar, fasilitas publik hancur, dan yang terburuk nyawa warga sipil yang tidak berdosa hilang," ujar Rayyanul asal Ambon, dalam Sidang Umum PBB.

Indonesia menambahkan, tidak ada negara yang memiliki catatan hak asasi manusia yang sempurna.

Namun Indonesia, seperti halnya negara lain, berkomitmen untuk mendorong dan melindungi hak asasi manusia bagi seluruh rakyatnya, tidak terkecuali di Papua.

"Dalam sebuah negara demokrasi seperti Indonesia, apa yang dilakukan pemerintah selalu diawasi oleh rakyatnya. termasuk oleh institusi nasional hak asasi manusianya yang independen dan kredibel."

"Indonesia adalah sebuah negara yang pluralistik dan kami akan tetap pluralistik. Kami akan menghormati perbedaan dan adat, kebijaksanaan lokal dari setiap etnis di Indonesia." "Keberagaman ini adalah membentuk Indonesia," kata Rayyanul.

Baca: Demi Bayar Cincin Pernikahan, Pria Ini Merampok Bank Sehari Sebelum Menikah

Baca: Galian C tak Terkendali, Jembatan Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Terancam Ambruk

Baca: Fakta Baru Kasus Gadis 17 Tahun Diculik dan Disetubuhi 3 Pria, Dijual ke Jakarta Dijadikan Pembantu

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benny Wenda Ingin Bertemu Presiden Jokowi, tetapi Ada Syaratnya"

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved