Breaking News:

Berita Aceh Barat Daya

Buka Bimtek Koperasi Syariah, Ini Permintaan Bupati Abdya terhadap Pemilik Koperasi

Harusnya, kata Akmal, kehadiran koperasi itu mampu mensejahtrakan masyarakat, khususnya para anggota koperasi yang dipimpin.

Serambi
ILUSTRASI - Bupati Abdya, Akmal Ibrahim meninjau satu Traktor 4WD seusai membuka acara Rakor Ketahanan Pangan di Aula Balai Penyuluh, Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, Rabu (2/10/2019) SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA 

Harusnya, kata Akmal, kehadiran koperasi itu mampu mensejahtrakan masyarakat, khususnya para anggota koperasi yang dipimpin.

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH meminta kehadiran koperasi harus meningkatkan ekonomi masyarakat dan terhindar dari riba.

"Selama ini, kita lihat yang sejahtera itu, pemilik koperasi saja, sementara anggotanya hanya numpang nama saja, ini sangatlah ironis, jika itu tujuan mendirikan koperasi," ujar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH saat membuka bimbingan teknis sistem keuangan syariah bagi pengurus dan koperasi regional II, Selasa (8/10/2019) di Grand Lauser Blangpidie.

Harusnya, kata Akmal, kehadiran koperasi itu mampu mensejahtrakan masyarakat, khususnya para anggota koperasi yang dipimpin.

"Saya sangat berharap, kedepan koperasi itu harus dikelola secara profesional, seperti sebuah perusahaan, sehingga semakin hari semakin berkembang, bukan hanya sebatas menunggu dan mengharap bantuan semata," tegas Akmal.

Baca: Pendemo dan Sekper PIM Berdebat, Tuntut Besi Eks PT AAF Dihibahkan

Baca: Kodam IM Kini Miliki Lima Batalyon Infantri Raider Khusus

Baca: Di LP Lhokseumawe, Tersangka Pelecehan Pasantren An Satu Barak dengan Napi Narkoba dan Pencurian

Akmal mengakui, selama ini bahwa salah satu kendala lemahnya kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi, adalah masih kurangnya pengetahuan terkait pengelolaan keuangan, terutama keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.

"Hal ini menjadi faktor penyebab utama koperasi lambat dan jauh tertinggal dari badan usaha lainnya," ungkapnya.

Oleh karena itu, Akmal berharap Bimtek sistem keuangan syariah itu dapat menambah pengetahuan para pengurus koperasi, baik sebagai pengurus, maupun pengelola dalam menjalankan usaha koperasi, sehingga menjadi lebih baik dan benar.

Dalam hal ini, Pemerintah terus berupaya, tanpa lelah berbuat yang terbaik untuk terus meningkatkan kualitas koperasi, agar dapat kembali ke jati diri koperasi yang sebenarnya.

Di samping itu, pemerintah terus mengupayakan semaksimal mungkin, agar usaha simpan pinjam konvensional menjadi usaha simpan pinjam pola syariah, ataupun sektor lainya harus dikelola dengan sistem keuangan syariah secara bertahap.

"Saya berharap agar koperasi dapat menerapkan pola syariah, secara tepat dan benar, terhadap usaha simpan pinjam koperasi atau koperasi non simpan pinjam yang telah lebih dahulu melaksanakan sistem syariah," pintanya.

Selain itu, Akmal mengharapkan, bimbingan teknis itu dapat menjadi awal dari tekad bersama, untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan terhadap usaha koperasi, terutama koperasi simpan pinjam.

"Contohlah koperasi di jawa, mereka membuat koperasi benar-benar serius, seperti koperasi susu, koperasi perkebunan, koperasi peternakan, jika ini diterapkan, maka selain kita terhindar riba, bisa mengurangi pengangguran," pungkasnya. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved