Berita Lhokseumawe

BI Lhokseumawe Musnahkan Uang tak Layak Edar Capai Rp 529 Miliar

Uang tak layak edar tersebut dikumpulkan langsung dari masyarakat dengan mengoperasikan mobil keliling maupun dari setoran bank.

BI Lhokseumawe Musnahkan Uang tak Layak Edar Capai Rp 529 Miliar
For Serambinews.com
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Yufrizal 

Uang tak layak edar tersebut dikumpulkan langsung dari masyarakat dengan mengoperasikan mobil keliling maupun dari setoran bank.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Bank Indonesia Lhokseumawe, sepanjang tahun 2019 ini telah memusnahkan berbagai uang pecahan yang tak layak edar lagi senilai Rp 529.523.000.000.

Uang tak layak edar tersebut dikumpulkan langsung dari masyarakat dengan mengoperasikan mobil keliling maupun dari setoran bank.

Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe Yufrizal menyebutkan, dari jumlah uang sudah dimusnahkan pada tahun 2019 ini, pecahan yang dominan adalah Rp 1.000 sampai dengan Rp 20.000.

Sedangkan pecahan-pecahan tersebut dominan ditemukan tak layak edar, dikarenakan intensitas transaksi serta perilaku masyarakat dalam menggunakan uang rupiah pecahan kecil.

Baca: Kesadaran Masyarakat Memasukkan Anaknya ke Pesantren di Gayo Lues Meningkat

Baca: Mempercepat Peroleh Akta Kelahiran Bagi Anak, Ini Syaratnya

Baca: Universitas Samudra Langsa Wisuda 440 Lulusan, 26 Orang Raih Cumlaude

Sedangkan proses pemusnahan uang tak layak edar dilakukan dengan penghancuran menggunakan mesin yang telah tersedia.

"Rata-rata, pemusnahan dilakukan dalam sepekan sekali, tergantung volume terkumpulnya uang tak layak edar ," ujarnya.

Sebelumnya, dalam upaya penarikan uang tak layak edar, BI Lhokseumawe intens mengoperasikan mobil keliling ke lokasi-lokasi keramaian, seperti pasar dan lainnya.

Sedangkan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjaga lembaran rupiah tidak cepat rusak, pihak BI juga telah bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, untuk mengedukasi masyarakat tentang cara merawat uang agar tidak mudah lusuh.

Pihak BI juga mengharapkan agar lembaran rupiah jangan diremas, jangan dibasahi, jangan dilipat, jangan dicoret, dan jangan distapler. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved