Sabtu, 9 Mei 2026

Jalan Terendam 1 Meter, Banjir di Ateung Teupat Bubon Berlanjut

Hujan deras yang terus mengguyur kawasan Aceh Barat menyebabkan banjir di Ateung Teupat

Tayang:
Editor: bakri
Doc. BPBK
Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu orang korban tenggelam di kawasan Kuala Panga dalam keadaan meninggal dunia. 

MEULABOH - Hujan deras yang terus mengguyur kawasan Aceh Barat menyebabkan banjir di Ateung Teupat, Kecamatan Bubon terus berlanjut. Hingga Rabu (9/10) sore, ketinggian air yang menggenangi badan jalan lintas Meulaboh-Kuala Bhee, Kecamatan Bubon, Aceh Barat terus meningkat hingga hampir mencapai 1 meter. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lalu lintas di kawasan itu macet dan terganggu.

“Kondisi air saat ini belum surut yang terjadi sejak Selasa (8/10). Bahkan, debit air di badan jalan kian meningkat hampir mencapai satu meter. Namun demikian, sejauh ini di kawasan Bubon belum ada rumah warga yang terendam banjir,” unkap Camat Bubon, Aceh Barat, Yulisma kepada Serambi, Rabu (9/10).

Tingginya debit air di ruas jalan lintas Meulaboh-Kuala Bhee itu, ujar Yulisma, memaksa para pengendara terutama pengguna sepeda motor mengeluh. Sebab, mereka terpaksa harus menggunakan jasa angkutan becak barang untuk menyeberang genangan air yang menutupi badan jalan. “Warga yang menggunakan sepeda motor paling terasa dengan kondisi ini. Karena mereka tidak punya pilihan lain kecuali harus memakai jasa penyeberangan becak barang jika ingin melewati genangan air yang menenggelamkan jalan,” ucapnya.

Menurut Camat Bubon ini, banjir yang terjadi di kawasan Ateung Teupat itu merupakan kiriman dari Woyla. Debitnya kian tinggi lantaran ditambah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Selasa malam. “Dua faktor itu yang membuat air tidak menyusut, tapi malah kian bertambah. Bahkan, air di persawahan kawasan Layung kini sudah melimpah akibat debit air yang terus meninggi,” papar dia.

Saat ini, ulas Yulisma, pihaknya terus memantau kondisi banjir di Kecamatan Bubon. “Kita akan terus pantau kondidi banjir di daerah kita, semoga air akan segera surut dengan harapan tak ada rumah warga yang terendam nantinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemkab Nagan Raya menyalurkan bantuan masa panik kepada M Zairi, warga Desa Alue Pungki, Kecamatan Tadu Raya, kabupaten setempat, Rabu (9/10). Penyerahan bantuan kepada korban rumah tertimpa pohon besar itu dilakukan oleh Bupati HM Jamin Idham, diwakili Kadis Sosial, Drs Muhajir Hasballah didampingi Muspika serta keuchik setempat. Bantuan masa panik berupa sembako ini terkait musibah yang dialami Zairi, di mana rumahnya tertimpa pohon besar yang tumbang pada Selasa (8/10) kemarin, setelah kawasan itu dilanda hujan lebat. “Bantuan tersebut bentuk kepedulian pemerintah,” ucap Kadinsos.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu orang korban tenggelam di kawasan Kuala Panga, Aceh Jaya dalam keadaan meninggal dunia. Korban yang berhasil ditemukan tersebut diketahui bernama Lahini (60).

Data yang diperoleh Serambi, Lahini ditemukan di kawasan Pulau Lhee Calang, Desa Gampong Blang, Kecamatan Krueng Sabee, tepatnya 3 mil dari bibir pantai Calang. “Korban ditemukan sekitar pukul 10.42 WIB. Korban sendiri ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan sekarang sudah dievakuasi ke RSUD Teuku Umar Calang,” jelas anggota Pusdalops-PB BPBD Aceh Jaya, Destia Risvan kepada Serambi, Rabu (9/10).

Destia menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan pencarian terhadap Ziat Alqifari (5), yang hilang terseret arus bersamaan dengan Lahini di kawasan Kuala Panga. “Kita akan terus lakukan pencarian sampai semua korban tenggelam ditemukan,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua warga Aceh Jaya pada Senin (7/10) malam sekitar pukul 21.00 WIB, dikabarkan hilang terseret arus di kawasan Kuala Tuha, Desa Kuta Tuha, Kecamatan Panga, kabupaten setempat. Kedua korban diketahui bernama Lahini (54) dan Dian (5), tercatat sebagai warga Desa Seuneubok Padang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya. Keduanya juga diketahui merupakan cucu dan kakek.

Anggota Pusdalops-PB BPBD Aceh Jaya, Destian Risvan menerangkan, kejadian awalnya terjadi saat Lahini bersama istri dan cucunya memancing di lokasi kejadian. "Korban bernama Lahini bersama keluarganya pergi memancing ke lokasi kejadian dan cucu juga ikut mandi. Saat korban sedang memancing dan istri korban sedang mencari kerang, tiba tiba cucu korban hanyut terbawa arus," ungkapnya. (c45/riz/c52)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved