Konflik Satwa
Setelah Dihalau, Kawanan Gajah Liar Malah Mengamuk dengan Sasaran Lima Desa di Tangse
Kawanan gajah liar kembali mengamuk dengan merusak lahan pertanian dan perkebunan di Kecamatan Tangse, Pidie, Kamis (10/10/2019).
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Yusmadi
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kawanan gajah liar kembali mengamuk dengan merusak lahan pertanian dan perkebunan di Kecamatan Tangse, Pidie, Kamis (10/10/2019).
Sasaran amukan satwa dilindungi itu mengobrak-abrik tanaman padi di Desa Blang Malo, Krueng Seukeuk, Alu Calong, Pulo Ie dan Lhok Keutapang.
Padahal, satwa liar tersebut sebelumnya telah dihalau warga, tapi tidak membuahkan hasil.
Padi yang akan dipanen satu minggu lagi menjadi santapan gerombolan gajah tersebut.
Begitu juga, pinang, coklat dan tanaman produktif lainnya diobrak-abrik.
Baca: BKPSDM Abdya Raih Penghargaan dari BKN RI, Ini Prestasinya
Baca: Penyanyi Tulus Serahkan Kalung Pendeteksi Lokasi Gajah untuk Aceh
Baca: Amukan Gajah di Glumpang Tiga Pidie kian Parah, Warga Pemilik Kebun Mengeluh
Baca: Empat Rumah Warga di Pintu Rime Gayo Diobrak Abrik Gajah Liar
"Kita telah turun ke Tangse untuk melihat langsung padi yang dirusak kawanan gajah liar," jelas Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Ir Sofyan Ahmad kepada Serambinews.com, Kamis (10/10/2019).
Ia menjelaskan, kawanan gajah liar sangat sulit digiring ke habitatnya, menyusul hutan belantaran telah diganggu manusia.
Sehingga binatang yang hidup berkelompok itu turun mencari makanan ke kebun warga dan areal persawahan.
"Hampir semua kecamatan yang areal pertanian dan perkebunan yang berada di lereng bukit kerap turun kawanan gajah liar," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/liar-yang-berada-di-kebun-warga-ke-kawasan.jpg)