Guru Bolos

Bupati Sesalkan Banyak Guru tak Masuk Mengajar di SMA 2 Pulo Aceh

Mawardi menjelaskan, dalam Undang-undang 23 tahun 2014 sudah dibagi terkait kewenangan pendidikan.

Bupati Sesalkan Banyak Guru tak Masuk Mengajar di SMA 2 Pulo Aceh
ist
Mawardi Ali 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bupati Aceh Besar Mawardi Ali angkat bicara terkait hasil investigasi Ombudsman RI Perwakilan Aceh yang menemukan banyak guru tak masuk mengajar di SMA Negeri 2 Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar.

"Kita sesali kejadian itu, sebenarnya ini kewenangan provinisi bukan kewenangan kita. Tapi kita akan koordinasi terkait ini," kata Bupati Mawardi kepada Serambinews.com, Jumat (11/10/2019).

Investigasi Ombudsman RI Perwakilan Aceh: Pelayanan Pendidikan di Pulau Aceh Memprihatinkan

Mawardi menjelaskan, dalam Undang-undang 23 tahun 2014 sudah dibagi terkait kewenangan pendidikan.

Menurutnya, wewenang SMA ada di provinisi, kemudian untuk SMP, SD, dan TK/Paud itu ada di kabupaten/kota.

"Kalau wewenang kita hanya untuk TK, SD, dan SMP. Alhamdulillah sudah bagus, tidak ada masalah," kata Mawardi.

Padukan Pendidikan Umum dan Islam, Dua Sekolah di Aceh Tamiang Diganjar Penghargaan

Hamas Apresiasi Langkah Wabup Aceh Selatan Atasi Banjir Menggunakan Dana Pribadi

Baru Dua Bulan di LP Kelas II B Langsa, Ternyata Sebelumnya Oknum Sipir Terlibat Jaringan Sabu

Menurutnya, selama ini, khusus guru PNS yang tingkat SD dan SMP semuanya dipastikan masuk mengajar seperti biasa.

Jika pun ada guru di luar Pulo Aceh, mereka tetap masuk seperti biasa tanpa absen dengan cara mengatur shift mengajar.

“Guru PNS kita memang ada yang tinggal di sana ada juga yang tinggal di Banda Aceh, tapi semuanya hadir. Kalau yang SMA ini ya kita akan koordinasi dengan dinas pendidikan provinsi nanti kenapa ini bisa terjadi,” demikian Mawardi.

Sebelumnya diberitakan, tim Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh melakukan investigasi pelayanan pendidikan di Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar pada tanggal 8-9 Oktober 2019.

Betapa terkejutnya mereka karena melihat kondisi pendidikan di sana yang cukup memprihatinkan, banyak guru tak hadir hingga siswa memilih pulang.

Menurut Kepala Ombudsman RI Aceh, Dr Taqwaddin, investigasi dilakukan karena adanya informasi dari sejumlah pihak yang mengadukan buruknya pelayanan publik di Pulo Aceh.

Tak menunggul lama, Taqwaddin menugaskan asistennya untuk mengecek langsung ke lokasi.

Saat para Asisten Ombudsman RI Aceh melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Pulo Aceh, ditemukan bahwa tidak ada seorang pun guru PNS dan Kepala sekolah yang hadir pada hari Rabu (9/10/2019).

"Padahal jumlah Guru PNS di sekolah tersebut mencapai 13 orang. Saat tim datang siswa sedang tidak berada dalam kelas, sebagian sudah pulang pada pukul 11.00 WIB," kata Taqwaddin. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved