Rekrutmen CPNS 2019 Setelah Pembentukan Kabinet

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menginformasikan bahwa pemerintah tetap akan membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil

Rekrutmen CPNS 2019 Setelah Pembentukan Kabinet
SERAMBI/M ANSHAR
News Manajer Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali (tengah) berbincang dengan Kepala Biro Humas Badan Kepagawaian Nasional (BKN), Mohammad Ridwan dan Kepala Kantor Regional XIII BKN Aceh, Makmur Ibrahim (kanan) dalam kunjungan silaturahmi ke kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang PA, Lambaro, Aceh Besar, Jumat (11/10/2019). 

BANDA ACEH -  Badan Kepegawaian Negara (BKN) menginformasikan bahwa pemerintah tetap akan membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ditempatkan di sejumlah lembaga pemerintahan. Tapi, kepastian informasi tersebut akan disampaikan setelah Presiden Jokowi membentuk kabinet baru.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Biro Humas BKN Pusat, Mohammad Ridwan saat bersilaturahmi ke Kantor Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Kedatangan Ridwan disambut News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali, Manajer Promosi dan EO, M Jafar, dan Manajer Percetakan Umum, Firdaus D. 

Ridwan hadir bersama Kepala Kantor Regional XIII BKN Aceh, Makmur Ibrahim, Direktur Pensiun PNS dan Pejabat Negara, Warli, Kepala Bagian Hubungan Media dan Fasilitasi Pengaduan Masyarakat, Viktor Saing, Kepala Subbagian Hubungan Media dan Antarlembaga, Diah Eka Palupi dan perwakilan pegawai dari Kanreg XIII BKN Aceh.

"Penerimaan CPNS akan diumumkan setelah kabinet terbentuk. Misalnya Pak Jokowi dilantik tanggal 20 Oktober. Sekitar minggu pertama November baru kelihatan lembaga mana yang membutuhkan pegawai baru. Apalagi konon katanya kementerian A dan B digabung, nanti pemilik prosesnya siapa, jadi selesai dulu masalah kabinet," kata Ridwan.

Ridwan mengaku belum mengetahui persis formasi apa saja yang dibuka dan berapa jumlah yang dibutuhkan CPNS ke depan. Karena keputusan tersebut akan diketahui setelah selesai pembentukan kabinet pemerintahan baru. "Kalau ditanya detailnya belum ada. Tapi kebutuhan tetap ada," ujar Kepala Biro Humas BKN Pusat, Mohammad Ridwan.

Dia hanya berharap masyarakat yang ingin mengikuti tes CPNS untuk mempersiapkan diri dan berkas. "Seperti scan KK, KTP, ijazah, transkrip nilai dan beberapa dokumen yang diminta secara spesifik. Saran saya kalau bisa kita milihnya, dari awal sampai akhir, persyaratannya kita masuk. Kalau saya bercanda, kalau nggak bisa berenang jangan pilih Basarnas," ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Regional XIII BKN Aceh, Makmur Ibrahim juga menyampaikan bahwa saat ini etos kerja aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Aceh sudah lebih baik. Hal itu dilihat dari sudah berkurangnya pegawai yang ngopi di jam kerja dan sebaliknya, banyak program inovasi yang dihasilkan.

"Memang budaya minum kopi harus dihilangkan. Budaya minum kopi kita boomingnya setelah tsunami, sebelumnya tidak begitu. Tapi setelah tsunami cita rasa kopi dan mie aceh malah mendunia. Sekarang budaya duduk nongkrong itu sudah mulai berkurang, memang satu dua masih ada yang nakal," kata Makmur.

Dia menilai, Pemerintah Aceh saat ini terus melahirkan program-program melayani. Kinerja pegawai disetiap instansi juga terus dikawal. Ada banyak inovasi yang dilahirkan Pemerintah Aceh yang bisa dilihat dari banyaknya penghargaan yang dicapai. Inovasi-inovasi itu, kata Makmur, tidak ada di provinsi lain di Indonesia.

Disisi lain, Makmur juga tidak menampik bahwa masih ada pegawai yang bermalas-malasan dalam bekerja. Tapi, untuk melakukan pembinaan terhadap pegawai seperti itu menjadi tanggungjawab dari atasannya. "Tapi kita terus monitor dan memberi pemahaman, karena memberi sanksi itu kewenangan atasannya," ujar Makmur. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved