Sipir Simpan Sabu dalam Karung, Istri Tunjuk 20 Kg Barang Bukti ke BNN

Dusthur bin Hanafiah Puteh (36), oknum sipir di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Langsa, dan istrinya Nur Maida binti Abu Bakar

Sipir Simpan Sabu dalam Karung, Istri Tunjuk 20 Kg Barang Bukti ke BNN
SERAMBI/ZUBIR
Tersangka oknum sipir LP Kelas IIB Langsa, Dusthur bin Hanafiah Puteh dan istrinya, Nur Maida binti Abu Bakar di Kantor BNNK Langsa, Jumat (11/10/2019) siang. 

LANGSA - Dusthur bin Hanafiah Puteh (36), oknum sipir di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Langsa, dan istrinya Nur Maida binti Abu Bakar (31), ditangkap tim Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada Senin (7/10/2019). Penyebabnya, mereka kedapatan memiliki sabu-sabu seberat 20 kilogram (Kg) yang dimasukkan dalam karung dan disimpan di dapur rumah mereka di Dusun Petua Amin, Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Demikian antara lain disampaikan Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Drs Arman Depari, pada konferensi pers pengungkapan peredaran gelap narkotika jenis sabu di halaman Kantor BNNK Langsa, Jumat (11/10/2019). Turut hadir Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH, Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, Kepala BNNK Langsa, AKBP Navry Yulenny, Wakapolres Langsa, Kompol Budi Darma, dan sejumlah pejabat lainnya.

"Menurut pengakuan tersangka Dusthur, awalnya sabu yang diselundupkan dari Malaysia itu sebanyak 48 kilogram. Namun, sebanyak 28 kilogram atau 28 bungkus sudah dijual kepada orang lain di Lhokseumawe, Langsa, dan Medan. Sehingga sisanya saat ia ditangkap hanya 20 kilogram. Menurut tersangka, sabu yang sudah terjual itu ada yang dikirimnya menggunakan jasa kurir, ada juga yang diambil sendiri oleh pemesan,” ungkap Arman Depari.

Dikatakan, Dusthur ditangkap di kawasan Kota Langsa pada Senin (7/10/2019) sekitar pukul 12.37 WIB. Sementara istrinya Nur Maida ditangkap di rumah mereka bersamaan dengan disitanya barang bukti berupa sabu-sabu seberat 20 kg yang terbungkus dalam 20 bungkus teh Cina warna hijau. Dalam mengungkap kasus itu, menurut Arman Depari, BNN bekerja sama dengan Bea Cukai, TNI/Polri, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Setelah ditangkap, lanjut Arman, tersangka Dusthur mengaku ada menyimpan sabu-sabu di rumahnya. Karena itu, tersangka langsung diboyong ke rumahnya di Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Pada hari yang sama, menurut Arman Depari, tim BNN lainnya mengepung rumah Dusthur. Hasilnya, petugas mengamankan seorang perempuan bernama Nur Maida binti Abu Bakar yang tak lain adalah istri Dusthur.

Setelah ditangkap, sambung Arman Depari, istri tersangka langsung menunjukkan tempat penyimpanan sabu yang berada di samping lemari dapurnya. Di tempat itu, petugas mengamankan satu karung warna putih berisi 19 bungkus sabu-sabu yang masing-masing beratnya 1 kg. Kemudian, istri Dusthur juga menunjukkan 1 bungkus sabu-sabu ukuran sedang yang disimpan dalam lemari dapur rumahnya.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal saat pihaknya mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya pengiriman narkotika dari Malaysia ke perairan Aceh Timur menggunakan boat. Atas laporan itu, tambah Arman Depari, tim BNN yang melakukan penyelidikan mencurigai adanya keterlibatan oknum sipir di LP Kelas 2B Langsa, bernama Dusthur bin Hanafiah Puteh, dalam peredaran gelap sabu-sabu tersebut.

Pelaku penting

Irjen Pol Arman Depari juga mengungkapkan, Dusthur merupakan salah satu pelaku penting dalam jaringan peredaran narkoba. “Selain pengendali, pemilik, dan pemasok sabu, kita menduga pelaku (Dusthur) juga termasuk orang penting dalam jaringan sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh Timur. Karena itu, menurut Arman, pihaknya akan memberi perhatian khusus terhadap Dusthur dan istrinya Nur Maidah yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ditambahkan, BNN RI juga akan akan terus mengembangkan kasus tersebut. “Untuk kepentingan pengembangan kasus tersebut, kedua tersangka bersama barang bukti berupa sabu-sabu seberat 20 kilogram, hari ini (kemarin-red) juga langsung kita boyong ke Jakarta," tegas Irjen Arman Depari. 

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved