Breaking News:

Berita Banda Aceh

Gagas ‘Beasiswa Sampah’, Fahry Purnama Wakili Aceh ke Ajang Kepemudaan di Spanyol

Lewat komunitas sosial yang didirikannya dua tahun silam, Pesawat Kertas, Fahry dan teman-teman menggagas ‘Beasiswa Sampah’ bagi murid-murid tak mampu

Penulis: Eddy Fitriadi | Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
Fahry Purnama 

Karena menurut Fahry, peran pemuda sebagai generasi penggerak perubahan sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.

 “Teruslah berbuat baik sekecil apapun itu, karena kita tidak tahu kebaikan kecil mana yang akan mengantarkan kita ke surga,” pesan Pemuda Pelopor Aceh 2019 ini penuh makna.

Fahry pun menceritakan awal mula dirinya tergerak untuk mendirikan komunitas Pesawat Kertas.

“Nama Pesawat Kertas punya filosofi yaitu dengan kertas bekas, kami bisa menerbangkan mimpi-mimpi anak negeri,” kenangnya sambil tersenyum.  

Mereka melihat intensitas penggunaan kertas di masyarakat setiap tahunnya meningkat.

Tetapi sampah kertas yang dihasilkan itu tidak dimanfaatkan secara maksimal, sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Kemudian kami berinisiatif untuk mengumpulkan sampah-sampah kertas itu melalui gerakan sedekah sampah untuk diolah menjadi produk kreatif dan sebagian lagi dijual untuk program Beasiswa Sampah,” ujar Fahry.

 Melalui beasiswa sampah itu, pihaknya memberikan sepatu, tas, dan baju sekolah untuk anak-anak kurang mampu di Aceh.

Seperti diketahui, program SDG PIPE bertujuan memberikan apresiasi kepada para inovator muda Indonesia yang sudah memulai gerakan maupun usaha sosial untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Program itu dicetuskan oleh Go Global Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang memiliki visi untuk mengembangkan masyarakat penggerak perubahan melalui pembelajaran antarbudaya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved